Chip War
Bab 8
“Copy It”
#1: Perintah "Copy It" Alexander Shokin (Awal 1960-an)
Sekitar waktu pembangunan Zelenograd dimulai, Boris Malin, seorang mahasiswa Soviet, kembali dari studi satu tahun di Pennsylvania. Ia membawa oleh-oleh terlarang: sebuah Texas Instruments SN-51, salah satu Integrated Circuit (IC) pertama yang dijual di AS.
Alexander Shokin, kepala birokrat mikroelektronika Soviet, memanggil Malin dan para insinyur ke kantornya. Setelah memeriksa chip itu di bawah mikroskop, Shokin memberikan perintah mutlak: "Tiru ini, satu-lawan-satu, tanpa penyimpangan sedikit pun. Saya beri waktu tiga bulan."
Perintah ini memicu kemarahan para ilmuwan Soviet. Mereka merasa terhina karena diperlakukan sebagai penjiplak, padahal kemampuan teoretis mereka setara dengan Barat (dibuktikan dengan satelit Sputnik, penerbangan Yuri Gagarin, dan riset Zhores Alferov yang kelak memenangkan Nobel).
#2: Cacat Fundamental
Strategi Menjiplak Strategi Shokin memiliki cacat fatal. Menjiplak mungkin berhasil untuk senjata nuklir (karena hanya diproduksi dalam jumlah ribuan), tetapi gagal total untuk chip yang membutuhkan produksi massal jutaan unit dengan reliabilitas tinggi.
AS memiliki ekosistem industri pendukung yang kuat (optik canggih, bahan kimia murni) dan bantuan sekutu Eropa. Sebaliknya, Uni Soviet diisolasi oleh embargo teknologi Barat melalui organisasi COCOM. Soviet terpaksa menggunakan perusahaan cangkang untuk menyelundupkan alat, namun tetap kesulitan mendapatkan material dengan kemurnian tinggi yang dibutuhkan untuk chipmaking.
#3: Masalah "Resep Kue" dan Tacit Knowledge
Mata-mata Soviet bisa mencuri fisik chip, tapi tidak bisa mencuri "resep"-nya. Penulis menganalogikan bahwa mencuri kue tidak memberitahu Anda cara memganggangnya.
Proses pembuatan chip melibatkan pengetahuan spesifik yang tidak tertulis (tacit knowledge): suhu pemanasan bahan kimia, durasi paparan cahaya pada photoresist, dan trik manufaktur yang hanya diketahui oleh insinyur lapangan seperti Andy Grove atau Mary Anne Potter. Rahasia dagang ini tidak ada dalam dokumen yang bisa dicuri KGB, sehingga hasil tiruan Soviet memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.
#4: Tergilas oleh Hukum Moore
Hambatan terbesar strategi "Copy It" adalah kecepatan inovasi yang diprediksi oleh Hukum Moore. Teknologi semikonduktor bergerak terlalu cepat; kepadatan transistor berlipat ganda setiap dua tahun.
Bahkan jika Soviet berhasil meniru desain, merakit mesin, dan memulai produksi, proses itu memakan waktu bertahun-tahun. Saat chip tiruan Soviet selesai dibuat, AS sudah merilis generasi baru yang lebih kecil, cepat, dan murah. Strategi menjiplak desain tahun lalu memastikan Soviet akan selalu tertinggal secara permanen dan hanya mendapatkan teknologi usang.
#5: Ironi Industri Semikonduktor Soviet
Mentalitas "Copy It" membuat industri Soviet bekerja dengan cara yang aneh. Demi meniru desain Amerika secara persis, mesin-mesin Soviet bahkan dikalibrasi menggunakan satuan inci (imperial), padahal seluruh negara menggunakan sistem metrik.
Zelenograd, yang dirancang menjadi Silicon Valley Soviet, berakhir menjadi kebalikan dari aslinya.
- Silicon Valley: Digerakkan pasar sipil, budaya startup, insinyur berpindah-pindah kerja (job-hopping), inovasi dari bawah (bottom-up).
- Zelenograd: Digerakkan militer, rahasia negara, birokrasi kaku, perintah dari atas (top-down).
Ironisnya, karena selalu menunggu produk AS untuk dijiplak, industri paling rahasia di Uni Soviet ini justru berfungsi sebagai "pos terdepan Silicon Valley yang dikelola dengan buruk," di mana arah inovasinya didikte sepenuhnya oleh musuh mereka sendiri.