The Art of Thinking Clearly
Bab 41
Conjunction Fallacy
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Conjunction Fallacy (Kesesatan Konjungsi).
Deskripsi Judul: "Tipuan Kasus Spesifik" (The Deception of Specific Cases).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Conjunction Fallacy? Ini adalah kesalahan logika di mana kita menganggap bahwa probabilitas dua peristiwa terjadi bersamaan (dalam sebuah skenario yang spesifik dan detail) lebih tinggi daripada probabilitas satu peristiwa terjadi secara umum. Secara matematis, himpunan bagian (subset) tidak mungkin lebih besar dari himpunan utamanya, namun intuisi kita sering tertipu oleh cerita yang terdengar "harmonis" atau masuk akal.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Conjunction Fallacy karena kesalahan ini terjadi saat kita menilai peluang dari sebuah "konjungsi" (gabungan) kondisi. Kita lebih tertarik pada cerita "A dan B" (misal: bekerja di bank dan aktif di yayasan sosial) daripada cerita "A" saja (bekerja di bank), padahal secara statistik, menambahkan kondisi tambahan (B) selalu membuat probabilitasnya menjadi lebih kecil, bukan lebih besar.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Menipu Bahkan Ahli)
Alasan: Otak kita memiliki dua sistem: pemikiran intuitif (otomatis) dan pemikiran sadar (rasional). Pemikiran intuitif sangat tertarik pada cerita yang "masuk akal" (plausible stories). Bahkan para ahli masa depan (futurologists) dan akademisi terjebak dalam bias ini ketika menilai skenario prediksi, seperti yang dibuktikan dalam eksperimen Daniel Kahneman.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Kisah Chris (Bankir vs Bankir Sosial): Chris (35 tahun) pernah bekerja di lembaga sosial Afrika. Mana yang lebih mungkin: A) Chris bekerja di bank, atau B) Chris bekerja di bank dan mengurus yayasan dunia ketiga? Orang memilih B karena sesuai dengan profil masa lalunya. Ini salah. B hanyalah sebagian kecil (subset) dari A. Peluang Chris bekerja di bank (posisi apa pun) jauh lebih besar daripada posisi spesifik tersebut.
- Bandara Seattle (Cuaca Buruk): Mana yang lebih mungkin: A) Bandara tutup, atau B) Bandara tutup karena cuaca buruk? Orang cenderung memilih B karena ada alasan yang logis. Padahal A mencakup semua kemungkinan (cuaca, ancaman bom, kecelakaan, mogok kerja), sehingga A secara statistik pasti lebih mungkin terjadi daripada B.
- Asuransi Terorisme (9/11): Setelah serangan 9/11, penulis membeli asuransi perjalanan khusus "perlindungan terorisme", meskipun polis asuransi umum lain sebenarnya sudah mencakup semua insiden (termasuk terorisme). Penulis rela membayar lebih untuk polis dengan label spesifik ("terorisme") padahal cakupannya lebih sempit/sama dibanding polis umum. Itu adalah kekuatan cerita yang spesifik.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Lupakan Otak Kiri/Kanan: Fokuslah pada perbedaan antara pemikiran intuitif (cepat, suka cerita) dan pemikiran sadar (lambat, logis).
- Waspada Detail Cerita: Hati-hati dengan cerita yang memiliki detail yang "pas" atau harmonis. Semakin meyakinkan dan mendetail sebuah penggambaran (seperti Chris si pekerja sosial), semakin besar risiko penalaran yang salah.
- Ingat Rumus Tambahan: Ingatlah prinsip ini: Jika sebuah kondisi tambahan ditambahkan ("...dan karena cuaca buruk", "...dan di yayasan sosial"), tidak peduli seberapa masuk akal kedengarannya, probabilitas kejadian itu menjadi lebih kecil, bukan lebih besar.