πŸ€– Gemini 2.0 Resmi Mendarat di AI Studio! (Era “Agentic” Dimulai)

Google AI Studio baru saja menjatuhkan bom nuklir di dunia dev! Lewat tweet terbarunya, mereka mengumumkan ketersediaan publik untuk Gemini 2.0 Pro dan Flash.Bukan cuma “lebih pintar”, ini bedahannya: 1. ⚠️ Problem Statement (Masalah) * Chatbot Mentok: Selama ini kita cuma bikin “Chatbot” yang jago ngomong tapi nggak bisa kerja (action). * Latency Hallucination: Model … Read moreπŸ€– Gemini 2.0 Resmi Mendarat di AI Studio! (Era “Agentic” Dimulai)

🎨 Draw.io on Steroids: Bikin Diagram Arsitektur Cuma Modal Chat!

Siapa di sini yang menghabiskan waktu lebih banyak buat lurusin garis konektor di Draw.io daripada mikirin desain sistemnya? ☝️ Kabar gembira, sekarang ada tool open-source yang menggabungkan Draw.io dengan kekuatan Generative AI.😫 Masalah: “Drawing Fatigue”⏳ Menggambar diagram arsitektur cloud (AWS/GCP/Azure) secara manual itu memakan waktu. Harus cari ikon yang pas, align kotak satu per satu, … Read more🎨 Draw.io on Steroids: Bikin Diagram Arsitektur Cuma Modal Chat!

πŸ›‘ Stop Coding by “Vibes”! Ini Cara Bikin Produk AI yang Beneran Bagus (Bukan Hoki)

Siapa yang kalau deploy fitur AI (RAG/Chatbot) tesnya cuma ngetik 3 pertanyaan, merasa “wah oke nih”, terus langsung push to prod? πŸ˜… Eugene Yan (Amazon) mengingatkan kita: “Jika kamu tidak bisa mengukurnya, kamu tidak bisa memperbaikinya.” Mengandalkan feeling (“Vibe Check”) itu bahaya. Ini rangkuman strategi Product Evals yang wajib diterapkan: 1. ⚠️ Problem Statement (Masalah) … Read moreπŸ›‘ Stop Coding by “Vibes”! Ini Cara Bikin Produk AI yang Beneran Bagus (Bukan Hoki)

🧠 Paradoks AI Coding: Nulisnya Cepat, Bacanya Bikin Migrain

Brian Kernighan (pencipta Unix) pernah bilang: “Debugging is twice as hard as writing the code.” Kutipan ini makin relevan di era GenAI. Artikel ini membahas fenomena kenapa pekerjaan developer justru terasa makin berat meski sudah dibantu AI.😫 Masalah: “Reverse-Engineering” Otak RobotπŸ“œ Dulu, saat kita menulis kode sendiri, “mental model”-nya masih segar di kepala. Review jadi … Read more🧠 Paradoks AI Coding: Nulisnya Cepat, Bacanya Bikin Migrain

πŸ€– Bongkar “Magic” di Balik Kursor ChatGPT: Gimana Cara LLM Mikir?

Pernah penasaran kenapa jawaban AI itu munculnya ketik-satu-satu (streaming), bukan langsung brukk muncul satu paragraf? Arpit Bhayani menjelaskan proses di balik layar “LLM Inference” yang ternyata sangat kompleks tapi logis. Ini bedahannya: 1. ⚠️ Problem Statement (Masalah) * The Black Box: Kita mengetik prompt, lalu jawaban keluar. Tapi apa yang terjadi di antaranya? * Resource … Read moreπŸ€– Bongkar “Magic” di Balik Kursor ChatGPT: Gimana Cara LLM Mikir?

πŸ§ͺ Resep Lengkap Tavily: Membangun AI Research Agent SOTA yang Hemat & Cerdas

Penelitian mendalam (Deep Research) adalah “killer app” untuk AI Agent saat ini. Namun, membuatnya bekerja stabil di production sangatlah sulit. Tim Tavily membongkar dapur pacu mereka dalam membangun agen riset yang mencapai status State of the Art (SOTA) sekaligus memangkas biaya operasional secara drastis.🚧 Masalah: Tantangan Membangun Agen RisetπŸ—οΈ Over-Engineering Trap: Percobaan pertama Tavily gagal … Read moreπŸ§ͺ Resep Lengkap Tavily: Membangun AI Research Agent SOTA yang Hemat & Cerdas

βš”οΈ Go vs Rust vs Zig: Perang Filosofi, Bukan Sekadar Fitur

Sering bingung milih bahasa pemrograman baru? Jangan cuma liat fitur teknisnya. Setiap bahasa punya “kepribadian” dan nilai filosofis yang berbeda. Artikel ini membedah 3 bahasa modern dengan cara yang unik:1. Go (The Corporate Minimalist) 🐹🧘 Filosofi: Minimalis ekstrem. Didesain oleh Rob Pike karena capek nunggu C++ compile dan benci bug junior engineer.🏒 Vibe: “Bahasa Korporat”. … Read moreβš”οΈ Go vs Rust vs Zig: Perang Filosofi, Bukan Sekadar Fitur

🎨 Mengajar LLM Bahasa Diagram “Indie”: Eksperimen Qwen2.5 x Pintora

LLM mainstream biasanya jago banget bikin diagram pakai Mermaid atau PlantUML. Tapi gimana kalau kita paksa dia belajar bahasa diagram yang niche dan jarang diketahui orang? Penulis artikel ini melakukan eksperimen menarik melatih model kecil untuk menguasai Pintora. πŸ“‰ Masalah: Model Kecil yang “Buta” Bahasa Niche 🚫 Model LLM populer (seperti GPT-4 atau Claude) bias … Read more🎨 Mengajar LLM Bahasa Diagram “Indie”: Eksperimen Qwen2.5 x Pintora

πŸ€– Otomatisasi Tanpa Coding: Google Workspace Studio Resmi Meluncur!

Kabar gembira buat pengguna Google Workspace yang lelah dengan tugas admin repetitif. Google baru saja merilis Workspace Studio, tool baru yang memungkinkan siapa saja membuat “Agen AI” otomatis menggunakan kekuatan Gemini 3, tanpa perlu menulis satu baris kode pun. 😫 Masalah: Otomatisasi yang Kaku dan Ribet 🧱 Selama ini, membuat sistem otomatisasi kerja seringkali terbentur … Read moreπŸ€– Otomatisasi Tanpa Coding: Google Workspace Studio Resmi Meluncur!

πŸ€– “The Only Winning Move is Not to Play”: Mengapa Peneliti UX Harus Menolak AI Generatif untuk Menggantikan Riset Manusia

Gregg Bernstein, seorang peneliti UX senior, baru saja menerbitkan tulisan yang sangat tajam dan provokatif. Ia berpendapat bahwa menyerahkan proses riset pengguna (User Research) kepada AI bukan inovasi, melainkan sabotase diri dan degradasi profesi. 🚧 Masalah: The “Average” Trap πŸ“‰ Hasil Rata-rata: AI memang hebat dalam analisis pola, tapi riset yang dihasilkan LLM hanya akan … Read moreπŸ€– “The Only Winning Move is Not to Play”: Mengapa Peneliti UX Harus Menolak AI Generatif untuk Menggantikan Riset Manusia