Cash Flow Positive

ASML’s Architects Bab 59 Cash Flow Positive#1: Tonggak Sejarah: Akhirnya Untung (Musim Panas 1989) Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, ASML menghasilkan lebih banyak uang daripada yang dibelanjakan (cash flow positive).- Retreat Thorn: Manajemen merayakannya di Hotel La Ville Blanche, Thorn, untuk menyusun strategi 5 tahun.- Rencana IPO: Dalam euforia ini, Dick Aurelio (SVP Commercial Operations) … Read moreCash Flow Positive

Nikon’s Achilles Heel

ASML’s Architects Bab 58 Nikon’s Achilles Heel#1: Kembalinya Richard George dan Dominasi Nikon (1988) Setelah dua tahun diasingkan di AS oleh Gjalt Smit, Richard George kembali ke Belanda dengan pelajaran pemasaran yang keras.- Dominasi Nikon: Di lapangan, Nikon adalah raja dengan pangsa pasar 75% di Jepang dan 50% di global. Mesin Nikon berjalan nonstop rata-rata … Read moreNikon’s Achilles Heel

Promising Customers

ASML’s Architects Bab 57 Promising Customers#1: “Logika Kentang” Micron Technology (Akhir 80-an) Di tengah pertanian kentang Boise, Idaho, Micron Technology beroperasi dengan logika yang berbeda dari Silicon Valley.- Strategi Keras Kepala: Saat 7 produsen AS menyerah membuat memori (DRAM) pada 1985 karena serbuan Jepang, Micron tetap bertahan.- Sejarah: Didirikan oleh si kembar Joe dan Ward … Read morePromising Customers

Flat Broke

ASML’s Architects Bab 56 Flat Broke#1: Dasar Jurang Keuangan (Awal 1988) ASM International mencapai titik terendah. Kerugian total 3 tahun mencapai $64 juta.- Beban ASML: Dari kerugian $23 juta ASM di tahun 1987, ASML menyumbang $8 juta. ASML menjadi “batu di leher Arthur del Prado”.- Kegagalan Investor: Del Prado gagal mencari investor pendamping (Jepang, dana … Read moreFlat Broke

The Fat Man

ASML’s Architects Bab 55 The Fat Man#1: Pensiun yang Singkat (Musim Panas 1985) Wim Troost pensiun dari Philips pada ulang tahun ke-60. Namun, di pesta perpisahannya, Gjalt Smit memintanya kembali membantu ASML sebagai konsultan paruh waktu. Troost, yang tidak bisa menolak permintaan bantuan, setuju.Tugas Awal: Troost menangani “sampah” administratif yang tidak sempat diurus Smit (dewan … Read moreThe Fat Man

Eighty Bucks and Sayonara

ASML’s Architects Bab 54 Eighty Bucks and Sayonara#1: Bencana Lensa “Europa” dan Kegagalan Zeiss (Maret 1987) Di SEMICON Europe, ASML melihat peluang karena GCA dan Perkin-Elmer tidak membawa inovasi, sementara Zeiss belum memiliki lensa i-line “Europa” yang dijanjikan.- Krisis Kualitas: Smit marah besar karena lensa Zeiss terus terlambat dan berkualitas buruk (50% gagal). Keterlambatan ini … Read moreEighty Bucks and Sayonara

Take It or Leave It

ASML’s Architects Bab 53 Take It or Leave It#1: “The Big Spender” vs. Gerard Verdonschot Ketegangan finansial memuncak antara CEO Gjalt Smit dan CFO Gerard Verdonschot.- Konsultan Hay (Jos Bomers): Smit terus menggunakan konsultan mahal ($700/hari) bahkan mengajak mereka liburan bisnis. Verdonschot, yang susah payah mengemis subsidi pemerintah dan dana Philips, frustrasi melihat uang itu … Read moreTake It or Leave It

Boulevard of Broken Dreams

ASML’s Architects Bab 52 Boulevard of Broken Dreams#1: Kemenangan Teknis vs. Realitas Throughput (Akhir Musim Panas 1986) Secara teknis, ASML akhirnya memiliki mesin yang berfungsi.- Laporan Natlab: Steef Wittekoek memberikan evaluasi positif: mesin bekerja dan presisi overlay-nya terbaik di dunia. Namun, ia memberi catatan kritis: throughput (produktivitas) masih rendah, hanya 42 wafer (4 inci) per … Read moreBoulevard of Broken Dreams

Japanese Reliability

ASML’s Architects Bab 51 Japanese Reliability#1: Konsorsium VLSI dan “Fotokopi” Nikon (1980-1981) Nikon tidak bergerak sendiri, melainkan didukung oleh Konsorsium VLSI pemerintah Jepang yang melibatkan raksasa seperti NEC dan Toshiba untuk mengakhiri ketergantungan pada AS.- Mesin Tiruan: Nikon meluncurkan stepper komersial pertama (SR-1) pada 1981. GCA meremehkannya sebagai “fotokopi Cina” karena bentuknya identik dengan mesin … Read moreJapanese Reliability

The Sun Sets on GCA

ASML’s Architects Bab 50 The Sun Sets on GCA#1: Geopolitik: “Air Mata Buaya” dan Karma Sejarah Bab ini tidak hanya membahas ketakutan AS, tetapi juga ironi sejarahnya.- Ketakutan Jim Owens: Jim Owens (VP National Semiconductor) menyuarakan paranoia industri AS: “Apakah mereka (Jepang) memberi kita yang terbaik, atau menahannya untuk keuntungan kompetitif?” AS takut Jepang sengaja … Read moreThe Sun Sets on GCA