The Art of Thinking Clearly
Bab 49
Beginner’s Luck
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Beginner’s Luck (Keberuntungan Pemula).
Kategori: Cabang khusus dari Association Bias (Bias Asosiasi).
Deskripsi Judul: "Waspadalah Saat Segala Sesuatu Dimulai dengan Sangat Baik" (Be Wary When Things Get Off to a Great Start).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Beginner’s Luck? Ini adalah tendensi untuk menciptakan hubungan palsu dengan masa lalu, di mana seseorang (biasanya pemula) yang mengalami kesuksesan awal menganggap itu sebagai bukti kemampuan/bakat mereka, padahal sebenarnya itu murni keberuntungan acak. Pemula yang menang di awal cenderung meningkatkan taruhan mereka karena merasa hebat, dan akhirnya hancur ketika probabilitas kembali normal.
Mengapa dinamakan demikian? Istilah ini populer di dunia perjudian. Pemain baru yang kalah di babak awal biasanya langsung berhenti. Namun, mereka yang "beruntung" (strike lucky) di awal akan terus bermain. Mereka salah mengasosiasikan kemenangan awal tersebut sebagai skill, bukan kebetulan.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Penyebab Gelembung Ekonomi)
Alasan: Artikel menyebutkan peran besar bias ini dalam ekonomi. Banyak investor amatir yang merasa jenius saat booming internet (akhir 90-an) atau booming properti (AS), padahal mereka hanya terbawa arus pasar yang sedang naik. Napoleon dan Hitler pun diduga korban bias ini sebelum menyerang Rusia.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Gelembung Saham & Properti: Di akhir 90-an, banyak orang menaruh tabungan di saham internet dan untung besar. Mereka mengira mereka ahli memilah saham, padahal pasar memang sedang naik gila-gilaan. Saat pasar runtuh, mereka sadar bahwa keuntungan awal itu bukan karena skill. Begitu juga dokter dan guru yang berhenti kerja untuk jual-beli rumah (flipping) saat bubble properti, mengira mereka punya bakat real estate, sampai bubble itu pecah.
- Akuisisi Perusahaan: Perusahaan A berhasil mengakuisisi perusahaan kecil B, C, dan D dengan lancar (kebetulan semua pas). Direkturnya merasa punya "tangan dingin" dalam akuisisi, lalu membeli perusahaan raksasa E. Hasilnya bencana. Keberuntungan pemula membutakan mereka terhadap realitas integrasi yang sulit.
- Penulis Novel (Pengalaman Pribadi): Novel pertama penulis langsung diterima oleh satu penerbit yang dikiriminya (peluang 1:15.000). Ia merasa jenius. Untuk menguji teorinya, ia mengirim naskah ke 10 penerbit lain. Hasilnya: 10 penolakan. Ia sadar penerimaan pertama itu murni beginner's luck, bukan bukti kejeniusan mutlak.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Uji Hipotesis (Disprove It): Perlakukan teori kesuksesan Anda layaknya ilmuwan: cobalah untuk membuktikannya salah (try to disprove them). Seperti penulis yang mengirim naskah ke penerbit lain untuk melihat apakah ia benar-benar bagus atau cuma beruntung.
- Perhatikan Durasi & Kompetisi: Cara membedakan bakat vs keberuntungan:
* Jika Anda unggul dalam jangka waktu yang sangat lama, kemungkinan itu bakat.
* Jika pesertanya sedikit dan Anda menang, mungkin itu bakat. Tapi jika Anda "juara" di antara 10 juta pemain (misal: pasar saham) dalam jangka pendek, kemungkinan besar Anda hanya sedang beruntung.
- Jangan Terburu-buru: Tunggu dan lihat sebelum menarik kesimpulan. Jangan langsung merasa Anda adalah "Napoleon" atau "Warren Buffett" hanya karena kemenangan awal.