‘Because’ Justification

The Art of Thinking Clearly 
Bab 52
‘Because’ Justification

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: ‘Because’ Justification (Pembenaran 'Karena').
Deskripsi Judul: "Alasan Lemah Apa Pun Boleh" (Any Lame Excuse).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu ‘Because’ Justification? Ini adalah fenomena psikologis di mana orang jauh lebih bersedia memenuhi permintaan atau mentoleransi perilaku jika kita memberikan alasan—tidak peduli seberapa lemah, tidak masuk akal, atau redundan alasan tersebut. Kata "karena" memicu respons kepatuhan otomatis di otak kita.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan demikian karena kata kuncinya adalah "karena" (because). Eksperimen menunjukkan bahwa struktur kalimat "Permintaan + KARENA + Alasan" adalah mantra ajaib. Kita tampaknya "kecanduan" pada kata ini; kita membutuhkannya untuk merasa tenang, meskipun alasan yang mengikuti kata tersebut sebenarnya tidak menjelaskan apa-apa (misal: "Saya melakukannya karena saya melakukannya").

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Pelumas Interaksi)
Alasan: Artikel menyebutkan bahwa kata kecil yang sederhana ini "melumasi roda interaksi manusia" (greases the wheels of human interaction). Mulai dari pengumuman bandara, perbaikan jalan, hingga motivasi karyawan, semuanya bergantung pada penggunaan "karena" untuk meredam frustrasi dan meningkatkan kepatuhan.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Eksperimen Mesin Fotokopi (Ellen Langer):
* Tanpa alasan: "Boleh saya pakai mesinnya?" -> Tingkat keberhasilan 60%.
* Alasan nyata: "...karena saya sedang buru-buru?" -> Tingkat keberhasilan 94%.

- Alasan bodoh/redundant: "...karena saya harus membuat kopi?" (Semua orang di antrean juga mau buat kopi!) -> Tingkat keberhasilan 93%. Kata "karena" yang bekerja, bukan logika alasannya.

- Pengumuman Bandara & Jalan Raya: Penumpang pesawat marah jika hanya dibilang "terlambat". Tapi jika dibilang "terlambat karena alasan operasional" (alasan kosong), mereka menjadi tenang. Di jalan macet, tanda "Kami merenovasi jalan untuk Anda" (penjelasan yang sebenarnya tidak perlu) berhasil menurunkan tingkat frustrasi pengemudi dibandingkan tanpa tanda.

- Komentator Pasar Saham: Jika pasar saham naik/turun 0,5%, komentator tidak akan pernah bilang "itu cuma fluktuasi acak". Orang butuh alasan nyata. Komentator akan mengarang alasan: "Karena pernyataan bank sentral...", meskipun penjelasannya sering kali tidak bermakna.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini (Atau Menggunakannya)
- Gunakan "Karena" Tanpa Ragu: Jangan pernah keluar rumah tanpa kata "karena". Gunakan tanpa batasan. Jika Anda ingin orang lain menuruti Anda atau memaafkan Anda, berikan alasan apa pun yang diawali dengan "karena".

- Berikan Tujuan (Untuk Pemimpin): Jika Anda memimpin tim, Anda harus memberikan alasan ("karena kita ingin menyelamatkan dunia", dll). Motivasi karyawan akan merosot jika tidak ada "karena", meskipun alasannya terdengar klise.

- Sadarilah Alasan Kosong: Sebagai pendengar, sadarilah bahwa sering kali alasan yang diberikan orang (seperti "karena alasan operasional") sebenarnya tidak menjelaskan apa pun. Jangan tertipu oleh rasa tenang palsu hanya karena mendengar kata "karena".

Leave a Comment