Base-Rate Neglect

The Art of Thinking Clearly 
Bab 28
Base-Rate Neglect

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Base-Rate Neglect (Pengabaian Tingkat Dasar / Pengabaian Rata-Rata Dasar).
Motto Medis: "Jika Anda Mendengar Suara Tapak Kuda, Jangan Mengharapkan Zebra" (When You Hear Hoofbeats, Don’t Expect a Zebra).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Base-Rate Neglect? Ini adalah kesalahan penalaran di mana kita mengabaikan tingkat distribusi fundamental (statistik dasar) karena terpaku pada detail deskriptif yang spesifik. Kita lebih fokus pada "cerita" atau ciri-ciri khusus seseorang/situasi daripada melihat seberapa umum atau langka hal tersebut secara statistik di populasi umum.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Base-Rate Neglect karena kita secara harfiah mengabaikan (neglect) data tingkat dasar (base rate)—yaitu probabilitas atau frekuensi dasar terjadinya sesuatu. Contohnya, jika penyakit A seribu kali lebih umum daripada penyakit B, maka base rate penyakit A jauh lebih tinggi. Mengabaikan fakta ini demi diagnosis eksotis adalah inti dari kesalahan ini. Istilah "Zebra" dalam kedokteran merujuk pada penyakit langka (eksotis); dokter diajarkan untuk mengharapkan "Kuda" (penyakit umum) saat mendengar suara tapak kaki, karena kuda memiliki base rate yang jauh lebih tinggi.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Kesalahan Paling Umum)

Alasan: Artikel menyebutnya sebagai "salah satu kesalahan penalaran yang paling umum" (one of the most common errors in reasoning). Hampir semua jurnalis, ekonom, dan politisi jatuh ke dalamnya secara teratur. Satu-satunya profesi yang terlatih secara khusus untuk menghindari bias ini adalah dokter.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Mark (Sopir Truk vs Profesor Sastra): Mark bertubuh kurus, berkacamata, dan suka Mozart. Apakah dia A) Sopir truk, atau B) Profesor sastra? Kebanyakan orang menebak B karena deskripsinya cocok dengan stereotip profesor. Namun, ini salah. Di Jerman ada 10.000 kali lebih banyak sopir truk daripada profesor sastra. Secara statistik (base rate), jauh lebih mungkin Mark adalah sopir truk yang suka Mozart.

- Diagnosis Medis (Virus vs Tumor): Sakit kepala migrain bisa disebabkan oleh infeksi virus atau tumor otak. Namun, infeksi virus jauh lebih umum (higher base rate) daripada tumor. Maka, dokter yang rasional akan memeriksa kemungkinan virus terlebih dahulu sebelum memikirkan tumor. Mengabaikan base rate ini akan menyebabkan kepanikan dan tes yang tidak perlu.

- Ambisi Karier (CEO vs Manajer Menengah): Mahasiswa sekolah bisnis elit yakin mereka akan menjadi CEO perusahaan global. Penulis mengingatkan mereka pada base rate: peluang lulusan menjadi CEO Fortune 500 kurang dari 0,1%. Skenario yang paling mungkin secara statistik adalah mereka akan berakhir di manajemen menengah, tidak peduli seberapa cerdas atau ambisiusnya mereka.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Periksa Statistik Dasar: Jangan terbuai oleh deskripsi detail ("Suka Mozart", "Memakai kacamata"). Selalu tanya: Seberapa sering hal ini terjadi secara umum? Berapa persen populasinya?.

- Ingat "Tapak Kuda": Gunakan pepatah kedokteran: "Jika mendengar suara tapak kaki, harapkan kuda, bukan zebra." Investigasi kemungkinan yang paling umum dulu sebelum mendiagnosis hal-hal yang eksotis atau langka.

- Realistis terhadap "Start-up": Saat melihat bisnis baru yang potensial, jangan langsung berpikir "Ini Google berikutnya!". Lihat base rate-nya: peluang perusahaan bertahan 5 tahun hanya 20%, dan peluang jadi korporasi global hampir nol. Sadari bahwa kemungkinan besar perusahaan itu hanya akan bertahan di level menengah.

Leave a Comment