Association Bias

The Art of Thinking Clearly 
Bab 48
Association Bias

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Association Bias (Bias Asosiasi).
Varian Terkait: Shoot-the-Messenger Syndrome (Sindrom Tembak Sang Pembawa Pesan).
Deskripsi Judul: "Mengapa Pengalaman Dapat Merusak Penilaian Kita" (Why Experience Can Damage Our Judgement).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Association Bias? Ini adalah kecenderungan otak kita untuk membuat hubungan (connection) antara dua hal yang sebenarnya tidak berkaitan secara fungsional atau sebab-akibat. Otak kita adalah "mesin penghubung". Metode ini berguna untuk bertahan hidup (misal: makan buah beracun -> sakit -> hindari buah itu), tetapi sering kali menciptakan "pengetahuan palsu" (false knowledge) dan takhayul.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Association Bias karena otak kita secara otomatis mengasosiasikan (menghubungkan) peristiwa dengan emosi atau objek tertentu yang menyertainya. Ivan Pavlov membuktikan ini dengan anjing: ia membunyikan lonceng saat memberi makan. Lama-kelamaan, bunyi lonceng saja sudah membuat anjing mengeluarkan air liur, karena otaknya telah mengasosiasikan lonceng dengan makanan.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Mekanisme Belajar Otak)
Alasan: Ini adalah cara dasar manusia belajar. Iklan sangat memanfaatkannya: Coca-Cola tidak pernah ditampilkan dengan wajah cemberut. Produk selalu diasosiasikan dengan orang muda, cantik, dan ceria agar konsumen mengasosiasikan produk tersebut dengan kebahagiaan.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Celana Dalam Keberuntungan: Kevin memakai celana dalam boxer hijau polkadot saat presentasi sukses sebanyak tiga kali. Ia kemudian menyimpulkan bahwa itu adalah "celana dalam keberuntungan" dan harus memakainya setiap presentasi. Otaknya mengasosiasikan kesuksesan dengan celana dalam tersebut, padahal tidak ada hubungannya.

- Sindrom Pembawa Pesan (Shoot the Messenger): Kita sering memenci pembawa berita buruk, karena kita secara otomatis mengasosiasikan orang tersebut dengan isi pesan negatifnya. CEO sering menghindari orang yang membawa kabar buruk, sehingga akhirnya mereka hanya mendengar kabar baik yang terdistorsi.

- Kucing Mark Twain (Kompor Panas): Seekor kucing yang pernah duduk di atas kompor panas tidak akan pernah duduk di atas kompor panas lagi (bagus). Namun, kucing itu juga tidak akan pernah mau duduk di atas kompor yang dingin sekalipun. Ia salah mengasosiasikan "kompor" dengan "rasa sakit", bukan "panas" dengan "rasa sakit".

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Ambil Hikmah Seperlunya: Ikuti nasihat Mark Twain: "Kita harus berhati-hati untuk mengambil dari sebuah pengalaman hanya hikmah yang ada di dalamnya—dan berhenti di situ." Jangan menggeneralisasi pengalaman buruk secara berlebihan.

- Pisahkan Pesan dari Pembawa Pesan: Jika Anda pemimpin, instruksikan staf untuk menyampaikan berita buruk secepat mungkin. Lawan bias ini dengan sadar agar Anda tidak "menembak" pembawa pesan.

- Sadar Takhayul: Jika Anda merasa sial karena cuaca panas atau merasa beruntung karena benda tertentu, sadarilah itu hanya Association Bias yang sedang bermain di kepala Anda.

Leave a Comment