AMD

ASML's Architects 
Bab 43
AMD

#1: Resesi, Kerugian Induk, dan Titik Terang Elcoma (Musim Panas 1985)

Industri semikonduktor runtuh. Induk perusahaan, ASM International, mencatat kerugian pertama kalinya ($5,8 juta pada pendapatan $105 juta).

- Konflik CFO: CFO Gerard Verdonschot menolak usulan Smit untuk memangkas anggaran pengembangan. Ia berargumen: "Jika kita memangkas biaya dan meleset dari tenggat waktu, pemegang saham pasti akan merasakan konsekuensi negatifnya."
- Order Elcoma: Di tengah kegelapan, ada satu titik terang yang sering terlupakan: Pada Juni 1985, Elcoma (Philips) memesan 10-15 stepper (campuran ASML dan GCA) untuk pengiriman akhir 1986. Ini adalah order serius pertama yang menjaga harapan tetap hidup.

#2: Skandal Bulgaria dan Veto Militer (Musim Gugur 1985)

Arthur del Prado yang putus asa menemukan pembeli untuk 5 mesin PAS 2000 di Bulgaria (Blok Timur) dengan harga dua kali lipat.

- Embargo: Smit menolak karena takut melanggar aturan COCOM dan embargo AS.
- Peran De Kruiff: Smit meminta bantuan George de Kruiff (Dewan Pengawas) untuk melobi Philips. Philips, yang memiliki kepentingan militer besar di AS, segera memerintahkan penghentian kesepakatan tersebut. Ini memperburuk hubungan Smit dan Del Prado.

#3: Pintu Masuk AMD: Matinya Perkin-Elmer Censor

Smit berhasil memasukkan ASML ke pabrik pilot AMD di Austin bukan hanya karena bluffing, tapi karena keberuntungan.

- Kekosongan Slot: Pesaing Perkin-Elmer melempar handuk dan menghentikan pengembangan mesin Censor. Slot kosong inilah yang ditawarkan AMD kepada ASML.
- Bluffing Texas: Smit menawarkan bantuan (palsu) untuk mencari insinyur yang mau pindah ke Austin yang panas, serta janji pengiriman prioritas PAS 2500, demi membujuk AMD menerima PAS 2400 untuk evaluasi.

#4: Misi Penyelundupan Texas (Rein Meyer & Jan van Duivenvoorde)

Tim ASML menghadapi krisis di Austin.

- Kemenangan Psikologis: Tim Rein Meyer menyalakan mesin dalam 1 hari (Nikon butuh 2 minggu belum jalan).
- Krisis Panas: Motor linear menghasilkan panas berlebih yang melengkungkan (warp) mesin, menghancurkan presisi.
- Penyelundupan: Solusi darurat memerlukan keahlian Jan van Duivenvoorde. Karena Jan tidak bisa bahasa Inggris dan tidak punya izin, Meyer menyelundupkannya masuk ke pabrik AMD di malam hari. Mereka menambal mesin semalaman, dan Jan langsung diterbangkan pulang sebelum AMD sadar. Tes besok paginya sukses.

#5: Runtuhnya GCA dan Prediksi Pasar

Pada pertemuan Oktober 1985, Smit memprediksi pasar dengan akurat.

- Saham GCA: GCA, mantan raja pasar, runtuh karena kualitas buruk. Sahamnya anjlok dari $35 ke $7 dalam seminggu di awal November.
- Posisi ASML: Smit menempatkan ASML sebagai salah satu dari "dua maybes (mungkin bertahan)" setelah Tiga Besar (Nikon, Canon, GCA).

#6: Krisis "Hobi" Reticle 6-Inci dan LSI Logic

CFO Verdonschot, yang sering memata-matai insinyur, menemukan bahwa tim R&D diam-diam mengembangkan fitur untuk masker 6-inci (bukan standar 5-inci).

- Validasi Smit: Smit bertanya pada manajer pabrik LSI Logic di Silicon Valley. Jawabannya: "Apakah Anda gila? Enam inci berarti banyak biaya pelat (chrome)."
- Validasi Martin: Martin van den Brink juga menyadari kesalahan fatal ini setelah kunjungan ke toko masker di California. Ia takut dipecat.
- Tindakan: Fitur otomatis 6-inci dibunuh. Tim membuat solusi manual 5-inci dalam 4 minggu untuk menyelamatkan jadwal pengiriman Maret 1986 (ke Natlab).

#7: Ketidakpercayaan Smit dan Pertemuan Puncak Penjualan

Smit memiliki "ketidakpercayaan alami terhadap insinyur". Ia tidak yakin tim pengembangan dan penjualan sejalan.

- Tindakan: Ia menerbangkan seluruh tim penjualan AS (7 orang) ke Veldhoven untuk duduk bersama tim pengembangan PAS 2500.
- Keputusan Lensa: Hasil pertemuan menegaskan bahwa pasar belum siap untuk I-line. ASML memutuskan menggunakan lensa G-line Zeiss (tipe yang sama dengan GCA/Hitachi) dan menambahkan fitur SMIF box (kaset anti-debu) sebagai daya tarik pemasaran.

Leave a Comment