Action Bias

The Art of Thinking Clearly 
Bab 43
Action Bias

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Action Bias (Bias Tindakan).
Deskripsi Judul: "Mengapa Menonton dan Menunggu Itu Menyiksa" (Why Watching and Waiting Is Torture).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Action Bias? Ini adalah kecenderungan psikologis untuk terlihat aktif melakukan sesuatu—bahkan jika tindakan itu tidak menghasilkan apa-apa atau justru memperburuk keadaan—daripada diam menunggu. Dalam situasi yang tidak jelas, kita merasa lebih baik jika kita bergerak, karena ketidakaktifan terasa menyiksa dan memalukan. Kita merasa "setidaknya kita sudah mencoba".

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Action Bias karena kita memiliki bias (kecondongan) alamiah terhadap tindakan (action) dibandingkan refleksi atau penundaan. Ini adalah warisan evolusi: nenek moyang kita harus bereaksi secepat kilat (lari atau lawan) saat melihat bayangan harimau; merenung berarti mati. Di dunia modern yang menghargai refleksi, insting purba ini justru sering menyesatkan kita.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Insting Purba)
Alasan: Masyarakat modern masih lebih menghargai tindakan gegabah daripada strategi "tunggu dan lihat" yang masuk akal. Anda tidak akan dapat medali atau patung jika Anda diam menunggu (meskipun itu keputusan yang benar), tetapi Anda akan dipuji jika bertindak tegas (decisive) meskipun hasilnya kebetulan. Ketidakmampuan duduk diam adalah masalah universal.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Kiper Sepak Bola (Penalti): Statistik menunjukkan 1/3 tendangan penalti mengarah ke tengah gawang. Namun, kiper sangat jarang diam di tengah. Mereka hampir selalu melompat ke kiri atau kanan. Mengapa? Karena diam di tengah dan kebobolan terlihat memalukan ("tidak usaha"), sedangkan melompat ke sisi yang salah tetap terlihat heroik ("sudah berusaha"). Mereka mengorbankan peluang menang demi terlihat aktif.

- Polisi di Klub Malam: Saat ada keributan remaja di depan klub, polisi muda sering kali langsung terjun melerai (karena action bias), yang justru bisa memperparah situasi menjadi tawuran massal. Polisi senior cenderung menunggu dan memantau dulu, yang terbukti menghasilkan lebih sedikit korban luka.

- Dokter & Investor: Dokter yang menghadapi penyakit tak terdiagnosis cenderung menulis resep (bertindak) daripada menunggu observasi, karena tidak tahan dengan ketidakpastian. Investor pemula sering bertransaksi saham secara hiperaktif saat pasar tidak jelas, padahal investor legendaris seperti Charlie Munger menyarankan disiplin untuk tidak melakukan apa-apa jika tidak perlu.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Tahan Diri Saat Tidak Jelas: Jika situasi masih baru atau tidak jelas (shaky circumstances), tahan diri. Jangan bertindak hanya demi meredakan kecemasan Anda sendiri.

- Belajar Duduk Diam: Ingat kutipan Blaise Pascal: "Semua masalah kemanusiaan berawal dari ketidakmampuan manusia untuk duduk diam sendirian di dalam ruangan".

- Nilai "Menunggu" sebagai Opsi: Sadarilah bahwa menahan diri dan mengumpulkan informasi sering kali merupakan tindakan yang lebih berani dan cerdas daripada sekadar sibuk tanpa arah.

Leave a Comment