ASML's Architects
Bab 17
A Brick Shithouse
#1: Kehilangan Kredibilitas dan Tekanan Wisse Dekker (1981)
Posisi Wim Troost semakin terpojok. Divisi chip Elcoma yang sedang krisis (mem-PHK 3.000 karyawan) ragu membeli mesin dari S&I yang belum teruji, sementara kompetitor GCA berhasil menjual 200 stepper pada tahun 1981.
CEO Philips, Wisse Dekker, menolak memberikan dana talangan dan meningkatkan tekanan agar S&I membuang semua aktivitas non-inti ("hobi"), termasuk litografi, pengelasan, dan optik elektron. Troost dan Ab de Boer bahkan terbang ke San Francisco mencari modal ventura, namun gagal karena presentasi mereka kurang meyakinkan bagi investor AS.
#2: Penolakan Opsi Lokal: ASM International (1981)
Kees Krijgsman (Elcoma) dan Troost mempertimbangkan bermitra dengan ASM International, perusahaan peralatan chip Belanda milik Arthur del Prado yang sedang naik daun.
Namun, mereka menolak opsi ini. ASM dianggap terlalu kecil, tidak stabil secara finansial, dan produknya (tungku/etcher) berada di kategori yang berbeda dengan litografi yang strategis. Mereka menyimpulkan ASM tidak memiliki akses ke manajemen puncak pabrik chip global yang diperlukan untuk menjual stepper.
#3: Upaya Cobilt dan Koneksi Zeiss (Awal 1980-an)
Troost mencoba mendekati Cobilt. Perusahaan ini meragukan suplai optik Philips (karena masalah CERCO). Herman van Heek menyelamatkan situasi dengan mengatur kunjungan ke Zeiss di Jerman Barat, membuktikan bahwa Philips memiliki akses ke optik terbaik. Meskipun kunjungan sukses, pembicaraan joint venture akhirnya kandas.
#4: Kedatangan "Gorila" Perkin-Elmer dan Sebutan "Brick Shithouse" (1982)
Peluang terbesar muncul dari Perkin-Elmer, pemimpin pasar dengan pendapatan $1 miliar yang putus asa mencari teknologi stepper untuk menggantikan Micralign. Mereka mengirim tim, termasuk insinyur top Dave Markle, ke Eindhoven.
Troost dan Van Heek menjamu mereka selama seminggu (termasuk ke stadion PSV). Insinyur Amerika terkesan dengan teknologi Philips namun menganggapnya "Built like a brick shithouse" (istilah kasar untuk sesuatu yang sangat kokoh tapi berlebihan/terlalu mahal). Mereka bingung melihat generator listrik eksternal yang mentenagai mesin. Lebih parah lagi, setelah bertemu Dewan Eksekutif Philips, tim Perkin-Elmer menyimpulkan bahwa manajemen puncak Philips "tidak tahu apa-apa" (clueless) tentang pasar chip.
#5: Ultimatum 7 Hari dan Faktor Censor (Pertengahan 1982)
Perkin-Elmer memberikan sinyal positif namun juga melirik Censor, perusahaan rintisan kecil dari Liechtenstein. Meskipun Censor kecil, mereka memiliki keunggulan teknis yang belum dimiliki Philips: meja wafer bertenaga listrik (sementara Philips masih hidrolik).
Perkin-Elmer memberikan ultimatum: Philips harus memutuskan dalam 7 hari. Birokrasi Philips yang lamban gagal merespons tepat waktu. George de Kruiff terbang ke AS untuk menyelamatkan kesepakatan, namun Gaynor Kelly (VP Senior Perkin-Elmer) menolak: "Tidak, kami tidak akan melakukannya." Perkin-Elmer memilih Censor, sebuah kerugian strategis besar bagi Philips.
#6: Isolasi Troost dan Insiden Tokyo (Awal 1983)
Setelah kegagalan dengan Cobilt, Perkin-Elmer, dan kemudian Varian, Troost menjadi paria (outcast) di S&I. Rekan-rekan direkturnya ingin dia berhenti memboroskan uang.
Dalam perjalanan ke Tokyo untuk mencoba menjual stepper ke Matsushita, Troost bertemu secara kebetulan dengan Bill Vogel, sesama manajer Philips. Vogel mencemoohnya: "Apakah kau masih menjajakan litografimu yang terkutuk itu? Bisakah kita menghabiskan uang kita dengan cara yang lebih baik?" Insiden ini menggambarkan betapa rendahnya dukungan internal terhadap Troost.
#7: Perintah Penutupan dan Kepergian Wittekoek (1983)
Akhirnya, dalam rapat manajemen S&I, Ab de Boer mengeluarkan perintah fatal: "Hentikan kerugian uang ini. Saya tidak peduli bagaimana caranya, tapi tutup proyek ini."
Semangat tim hancur. Steef Wittekoek, tokoh kunci riset stepper sejak 1974, kehilangan harapan. Ia menerima tawaran dari Philips Medical untuk menginstalasi pemindai MRI di New York, meninggalkan proyek litografi yang tampaknya sudah mati dan dikubur.