Banyak kantor ngaku pakai DevOps cuma karena sudah install Docker & Kubernetes. Padahal, kalau budayanya masih saling sikut, itu bukan DevOps!
Coba lihat gambar ini. Dari 12 elemen, cuma SATU yang teknis ("Tools"). Sisanya? Semua soal MANUSIA.
Mari kita absen satu per satu ke-12 poin wajib ini agar DevOps di tempatmu sukses:
1️⃣ TOOLS (Alat)
Ini satu-satunya elemen teknis. Alat bantu (seperti Jenkins/AWS) memang penting untuk otomatisasi, tapi posisinya setara dengan nilai-nilai lain. Alat canggih tanpa budaya yang benar cuma buang-buang uang.
2️⃣ CHANGE IS GOOD (Perubahan itu Baik)
Jangan alergi sama cara baru! Kalau ada teknologi atau metode yang lebih efisien, rangkul perubahan itu. Jangan bilang "Dulu cara kita gak gini kok".
3️⃣ TRANSPARENCY (Transparansi)
Semua orang harus tahu apa yang terjadi. Developer harus bisa lihat status server, Ops harus bisa lihat status codingan. Tidak ada rahasia atau "dapur tertutup".
4️⃣ REWARDING GOOD BEHAVIOR (Hargai Kebiasaan Baik)
Jangan cuma kasih bonus ke orang yang lembur benerin error (Firefighting). Justru, kasih reward ke orang yang mencegah error itu terjadi (sistem stabil). Apresiasi yang membangun sistem, bukan cuma penyelamat krisis.
5️⃣ GRASS ROOTS INNOVATION (Inovasi Akar Rumput)
Ide brilian gak harus dari Manager/CTO. Ide perbaikan harus datang dari "bawah" (Engineer yang ngoding sehari-hari). Berikan ruang bagi staf untuk berinovasi tanpa harus nunggu arahan atasan.
6️⃣ ACCOUNTABILITY (Akuntabilitas)
Setiap orang bertanggung jawab atas pekerjaannya. "You build it, you run it." Kalau kamu yang nulis kode, kamu juga yang harus siap tanggung jawab kalau kodenya bikin error di produksi.
7️⃣ NO BLAME (Tanpa Tunjuk Hidung)
Saat ada insiden (crash/bug), pertanyaan pertamanya adalah "Apa yang salah dengan sistemnya?", BUKAN "Siapa yang salah?". Stop budaya mencari kambing hitam.
8️⃣ EMBRACE FAILURE (Rangkul Kegagalan)
Gagal itu bukan aib, tapi pembelajaran. Setiap error adalah pelajaran mahal agar sistem besok lebih kuat. Jangan menghukum orang yang bikin salah, tapi belajar dari kesalahannya.
9️⃣ TRUST (Kepercayaan)
Ops harus percaya Developer gak bakal asal-asalan deploy. Developer harus percaya Ops akan menjaga infrastruktur tetap stabil. Tanpa Trust, birokrasi bakal jadi ribet dan lambat.
🔟 COLLABORATION (Kolaborasi)
Hancurkan tembok pemisah (Silo). Dev dan Ops duduk satu meja, meeting bareng, dan selesaikan masalah bareng. Bukan lempar tiket doang atau eskalasi.
1️⃣1️⃣ HONESTY AND OPENNESS (Jujur & Terbuka)
Kalau ada masalah atau delay, bilang jujur dari awal. Jangan disembunyikan sampai meledak di akhir. Kejujuran mempercepat penyelesaian masalah.
1️⃣2️⃣ COMMUNICATION (Komunikasi)
Ngobrol! Baik lewat Slack, dokumentasi, atau tatap muka. Miskomunikasi adalah penyebab utama kegagalan deployment.
💡 Kesimpulan:
Kalau kantor kalian punya Tools canggih tapi masih suka Blaming (menyalahkan) dan tidak ada Trust, berarti kalian belum DevOps. Kalian cuma "Sysadmin yang ganti nama". 😅
💬 Dari 12 poin ini, mana yang paling susah diterapkan di kantor kalian? Biasanya sih poin "No Blame" paling susah karena budaya kita suka cari siapa yang salah! Setuju? 👇
#DevOpsCulture #SoftwareEngineering #Leadership #TeamWork #ProgrammerIndonesia #MentalHealthAtWork #DevOpsLife #TechTalk #CareerAdvice