Yes! 50 Scientifically Proven Ways to be Persuasive
Bab 15 How can you become a Jedi master of persuasion?
The Labeling Technique (Teknik Pelabelan)
1. Problem
Sering kali kita mencoba mengubah perilaku orang lain (anak, karyawan, atau pelanggan) dengan cara menuntut atau memohon, namun hasilnya nihil. Seseorang yang sedang kehilangan kepercayaan diri atau motivasi tidak akan bergerak hanya karena disuruh. Masalah utamanya adalah persepsi diri mereka yang sedang negatif atau "biasa saja".
2. Prinsip Psikologis
The Labeling Technique (Teknik Pelabelan). Manusia memiliki dorongan kuat untuk bertindak konsisten dengan identitas atau label yang melekat pada diri mereka. Strateginya: Berikan label positif (sifat, sikap, atau nilai) kepada seseorang sebelum Anda mengajukan permintaan. Ketika Anda memberi tahu seseorang, "Kamu adalah orang yang X (jujur/rajin/pintar)," mereka akan berusaha keras memenuhi harapan tersebut agar tidak merusak citra diri positif yang baru saja Anda berikan. Seperti Luke Skywalker yang berkata pada Darth Vader, "Aku tahu masih ada kebaikan di dalam dirimu," yang akhirnya mengubah hati Vader.
3. Bukti Penelitian
Peneliti Alice Tybout dan Richard Yalch melakukan eksperimen terhadap calon pemilih dalam pemilu:
Kelompok A (Label Positif): Diberi tahu bahwa berdasarkan wawancara, mereka dikategorikan sebagai "warga negara di atas rata-rata yang punya kesadaran politik tinggi."
Kelompok B (Label Biasa): Diberi tahu bahwa mereka adalah "warga negara rata-rata." Hasil: Satu minggu kemudian, Kelompok A memiliki tingkat partisipasi memilih 15% lebih tinggi daripada Kelompok B. Label "warga negara baik" telah tertanam dan menggerakkan mereka untuk bertindak sesuai label tersebut.
4. Lima contoh penerapan taktis dalam kehidupan sehari-hari
Memotivasi Karyawan yang "Down": Jika ada anggota tim yang sedang kesulitan menangani proyek dan mulai minder, jangan dimarahi. Suntikkan label positif: "Saya menunjuk kamu memimpin proyek ini karena kamu adalah tipe orang yang pantang menyerah dan selalu bisa mengatasi tantangan sulit di masa lalu." Label "pantang menyerah" akan memaksa mereka untuk membuktikannya.
Parenting (Membentuk Perilaku Anak): Alih-alih memarahi anak ("Kenapa tulisanmu jelek sekali?"), gunakan hasil riset tentang tulisan tangan: "Ibu lihat kamu sepertinya tipe anak yang peduli kerapian." Anak-anak yang diberi label "peduli kerapian" terbukti berlatih menulis lebih rajin (bahkan saat tidak diawasi) demi menjaga identitas tersebut.
Loyalitas Pelanggan (Strategi Maskapai): Tiru cara pramugari yang berkata, "Kami tahu Anda punya banyak pilihan maskapai, terima kasih telah memilih kami." Ini adalah pelabelan implisit bahwa penumpang adalah "konsumen cerdas yang memilih kualitas". Katakan pada klien Anda: "Keputusan Anda bekerja sama dengan kami menunjukkan bahwa Anda adalah perusahaan yang mengutamakan kualitas jangka panjang." Klien akan enggan pindah ke kompetitor yang lebih murah karena itu berarti menurunkan standar kualitas mereka sendiri.
Negosiasi Alot (The "Fairness" Trap): Jika menghadapi lawan negosiasi yang keras, gunakan label "Adil". Katakan: "Saya senang bernegosiasi dengan Anda karena reputasi Anda sebagai orang yang sangat fair dan adil." Begitu mereka menerima label "orang adil", akan sangat sulit bagi mereka secara psikologis untuk menipu atau menekan Anda secara curang.
Mengubah Perilaku Teman/Pasangan: Jangan mengeluh, "Kamu kok gak pernah bantu aku sih?" (Label negatif: Pemalas). Ubah menjadi: "Terima kasih ya, aku tahu kamu sebenarnya orang yang sangat perhatian dan suka menolong." Pujian ini membebani mereka secara positif untuk benar-benar bertindak "perhatian" di masa depan.