ASML's Architects
Bab 57
Promising Customers
#1: "Logika Kentang" Micron Technology (Akhir 80-an)
Di tengah pertanian kentang Boise, Idaho, Micron Technology beroperasi dengan logika yang berbeda dari Silicon Valley.
- Strategi Keras Kepala: Saat 7 produsen AS menyerah membuat memori (DRAM) pada 1985 karena serbuan Jepang, Micron tetap bertahan.
- Sejarah: Didirikan oleh si kembar Joe dan Ward Parkinson pada 1978. Didanai oleh raja kentang Jack Simplot (investasi $1 juta untuk 40% saham yang menjadikannya miliarder). Micron sukses karena desain chip yang lebih kecil dan murah.
#2: Kemitraan ASML-Micron (1987-1988)
ASML mendekati Micron pada 1987 dengan mesin PAS 2500 i-line yang baru.
- Keunggulan Teknis: Mesin ini memungkinkan Micron mencetak chip dengan hanya 7 paparan (setengah dari kebutuhan kompetitor Jepang), menghemat banyak uang.
- Harapan Masa Depan: John Aiton (Micron) optimis mesin ini bisa dipakai untuk 3-4 generasi chip (dari 4-megabit hingga 16-megabit DRAM) dengan mengecilkan resolusi hingga 0,5 mikron.
- Masalah Debu: Tes menemukan conveyor belt PAS 2500 menghasilkan debu 10x lipat lebih banyak dari robot. Micron mendesak ASML beralih ke robot.
- Stabilitas: Aiton memuji stabilitas mesin. Saat listrik padam dan suhu pabrik naik, mesin ASML bisa langsung beroperasi tanpa perlu kalibrasi ulang (tweak)—sesuatu yang mustahil bagi mesin pesaing.
#3: Model Bisnis Baru: Bagi Hasil
Karena PAS 2500 masih sering bermasalah (rickety), ASML dan Micron menyepakati model kerja sama revolusioner:
- Tim Layanan di Lokasi: ASML menempatkan kru di Boise untuk memecahkan masalah bersama, bukan saling menyalahkan.
- Insentif: Jika kinerja mesin membaik (mencapai target uptime dan throughput), ASML akan mendapatkan bagian dari keuntungan Micron. Ini menciptakan hubungan simbiosis yang menguntungkan.
#4: Lahirnya TSMC dan Koneksi Philips (1987)
TSMC didirikan di Taiwan sebagai foundry murni (pabrik kontrak). Philips memiliki 27,5% saham sebagai imbalan transfer teknologi.
- Keuntungan: Karena proses produksinya identik dengan Philips, logis bagi TSMC menggunakan mesin yang sama (ASML).
- Tantangan Negosiasi: Meskipun anak perusahaan Philips, TSMC negosiator yang alot. Mereka menuntut layanan gratis (budaya Asia vs AS) untuk mesin jutaan dolar, yang mengejutkan insinyur Belanda.
- Dedikasi Troost: Wim Troost bekerja siang malam, bahkan menerima telepon TSMC saat liburan di Bali. Ia mengedit kontrak setebal dua kepalan tangan hingga koma terakhir dalam semalam, membuat stafnya (Theo Bartraij) tercengang.
#5: Kebakaran Penyelamat (Akhir 1988)
Musibah bagi TSMC menjadi berkah bagi ASML.
- Kebakaran Pabrik: Pabrik TSMC terbakar habis. Mereka segera mengirim faks memesan 17 mesin baru secepatnya.
- Dampak Finansial: Pesanan pengganti ini memberi ASML ruang napas finansial yang krusial.
- Perbaikan: Mesin-mesin rusak dikirim balik ke Veldhoven. Ternyata banyak yang hanya mengalami kerusakan asap ringan dan mudah diperbaiki. Perusahaan asuransi TSMC secara teknis menjadi pelanggan terbesar ASML pada 1989.
Poin Penting Tambahan
- Aliansi Lokal Taiwan: Foto dalam bab ini menyebutkan ASML bermitra dengan Hermes Epitek untuk layanan lokal di Taiwan, berbeda dengan model langsung di AS. Ini menjadi kunci penetrasi pasar Asia yang sukses.
- Lensa I-line: Keberhasilan di Micron didorong oleh adopsi lensa i-line baru pada 1987 yang memungkinkan pencetakan garis di bawah 1 mikron, teknologi yang juga diinginkan Philips untuk proyek Megachip.