Back to Elcoma

ASML's Architects 
Bab 34
Back to Elcoma

#1: Reputasi Smit dan Dilema Pendanaan De Kruiff

Berita tentang rencana ambisius Gjalt Smit menyebar cepat melalui jaringan internal Philips. Ferdinand Rauwenhoff, kepala divisi Belanda Philips, memuji antusiasme Smit kepada George de Kruiff: "Akhirnya kita punya orang lain di Philips yang mewujudkan sesuatu, seseorang yang berkata 'Ayo pergi ke bulan'!"

Namun, De Kruiff (Ketua Dewan Pengawas ASML) menghadapi masalah besar. Ia bergantung pada dewan eksekutif Philips untuk menggandakan modal usaha patungan. Suntikan dana $3 juta dari ASM dan Philips tidak cukup. De Kruiff sadar bahwa Elcoma (divisi chip Philips) adalah kuncinya. Jika manajemen pabrik Elcoma bersemangat tentang stepper ASML, itu akan menjadi sinyal positif bagi eksekutif Philips. De Kruiff pun mengajak Smit menemui Kees Krijgsman, penanggung jawab aktivitas chip Elcoma.

#2: Proyek Megachip: Cek Kosong $700 Juta

Saat itu, Philips sedang menjalankan proyek paling ambisius mereka: Proyek Megachip. Bekerja sama dengan Siemens, tujuannya adalah mengejar ketertinggalan teknologi dari Jepang dengan memproduksi chip memori 1-megabit.

Proyek ini dipimpin oleh Kees Krijgsman dan Willem Maris (yang kelak menjadi CEO ASML lima tahun kemudian).

Sementara Philips memangkas anggaran di tempat lain, Krijgsman memiliki wewenang anggaran hingga $700 juta.

Sebuah pabrik uji coba didirikan di Natlab, dan Natlab bahkan mengembangkan stepper cadangan sendiri.

#3: Pertemuan Penentuan dan Ultimatum Nikon (Akhir 1984)

Dalam pertemuan tersebut, Krijgsman menetapkan syarat yang sangat ketat. Philips ingin menerima sistem produksi untuk memori megabit dari beberapa perusahaan pada 1 April 1986.

- Ultimatum: Krijgsman menginginkan PAS 2500 pertama pada tanggal tersebut, tidak boleh terlambat sehari pun. "Jika tidak, itu akan jadi milik Nikon," warnanya.
- Respons Smit: Smit dengan percaya diri menyatakan ASML bisa memenuhinya karena tenggat waktu internal mereka adalah 1 Januari 1986. Krijgsman terkesan dengan presentasi Smit.

#4: Undangan ke Lingkaran Dalam ("Inner Circle")

Meskipun Krijgsman dan Maris menolak tawaran Smit untuk membeli sisa stok stepper hidrolik lama (karena keterbatasan lensa), Krijgsman memberikan tawaran luar biasa yang membuat Smit nyaris melompat kegirangan.

- Krijgsman mengundang Smit untuk menghadiri rapat bulanan Proyek Megachip.
- Smit akan duduk bersama Krijgsman, Maris, serta Kees Bulthuis dan Marino Carasso dari Natlab, dan Roel Kramer (pabrik uji coba).
- Ini memberi Smit akses langsung ke kebijakan teknologi Elcoma dan Natlab—sebuah dukungan luar biasa dari "benteng" Philips yang biasanya tertutup.

#5: Dampak Finansial: Terikat Satu Sama Lain

Pertemuan itu sukses besar. De Kruiff lega karena Krijgsman bersikap konstruktif (berbeda dengan manajer pabrik Elcoma sebelumnya yang memusuhi ASML). Dukungan Elcoma meyakinkan dewan pengawas untuk menyetujui rencana bisnis Smit.

Namun, pemegang saham membatasi pendanaan mereka pada angka $7,5 juta. Mereka menegaskan ASML harus mencari sisa kekurangannya dari sumber lain. Sejak saat itu, ASM, Elcoma, dan Philips terikat pada proyek ASML. Perusahaan harus sukses, meskipun konsekuensi finansial di masa depan kelak akan memicu konfrontasi tak terelakkan antara Smit dan Arthur del Prado.

Leave a Comment