ASML's Architects
Bab 29
The First Drawings
#1: Persiapan Rencana "Megalomania" (Juni 1984)
Sebelum menghadap dewan direksi, Gjalt Smit menyisir rencana bisnisnya bersama Richard George, Joop van Kessel, dan Ger Janssen. Angka yang muncul untuk pengembangan, produksi, logistik, dan fasilitas baru sangat fantastis: $100 juta.
Tim inti Smit ternganga dan menganggapnya megalomania, namun mengakui perhitungannya realistis. Smit menyimpulkan rencana bisnis awal ASM-Philips tahun 1983 hanyalah "coretan amatir" yang tidak memadai untuk memenangkan pasar yang sedang tumbuh pesat.
#2: Presentasi Dewan: Analogi Penerbangan dan "Shakeout" (Juni 1984)
Smit mempresentasikan strateginya kepada empat anggota dewan: George de Kruiff, Willem de Leeuw, Arthur del Prado, dan Wim Troost. Ia menggunakan analogi industri penerbangan dan telekomunikasi: pasar litografi akan mengalami konsolidasi (shakeout) di mana hanya segelintir pemain besar yang bertahan.
Smit memberikan ultimatum filosofis: ASML harus menargetkan posisi nomor 1. Menjadi nomor 3 atau 6 sama saja dengan mati perlahan. Ia menegaskan, "Jika kita tidak bersedia membakar minyak tanah untuk mencapai ketinggian jelajah, lebih baik kita batalkan penerbangan sekarang."
#3: Kejutan Harga $100 Juta dan Lampu Hijau Tentatif (Juni 1984)
Saat Smit menjatuhkan bom harga $100 juta, Arthur del Prado terkejut karena jumlah itu hampir setara dengan pendapatan tahunan ASM. Sebaliknya, De Kruiff dan Troost dari Philips tidak terlalu kaget dengan angkanya (karena terbiasa dengan skala industri Philips), namun mereka tidak memiliki wewenang untuk menyetujui dana sebesar itu tanpa izin dewan pusat.
Hasilnya adalah kompromi: Dewan tidak mengatakan "tidak", tapi juga tidak menyanggupi $100 juta. Mereka memberikan lampu hijau untuk melanjutkan rencana dan menyuntikkan dana tambahan masing-masing $1,5 juta (total $3 juta). Smit menginterpretasikan ketiadaan penolakan tegas sebagai mandat untuk jalan terus dan mencari pendanaan sendiri.
#4: Penolakan Brutal Henk Kerkmeester (Musim Panas 1984)
Berbekal mandat tersebut, Smit dan Troost mengunjungi Henk Kerkmeester, kepala pabrik chip Elcoma di Nijmegen (pelanggan internal Philips). Pertemuan ini menjadi bencana. Kerkmeester, yang masih menyimpan dendam sejarah antara Elcoma dan S&I, menolak janji manis tentang mesin baru.
Kerkmeester menegaskan Elcoma tidak tertarik pada ASM (mereka membeli dari Applied Materials) dan melihat joint venture ini hanya cara Philips membuang bisnis stepper. Ia mengusir mereka dengan kalimat: "Cerita indah tidak membawa saya ke mana-mana. Kembalilah saat mesin baru Anda sudah siap." Kunjungan ke pabrik Valvo di Hamburg memberikan hasil penolakan yang sama.
#5: Perdamaian "Dream Team" dengan Natlab (Musim Panas 1984)
Sadar bahwa ASML tidak memiliki teman di pasar, Smit fokus memperkuat internal. Ia harus mengakhiri perang dingin antara insinyur S&I (sekarang ASML) dan peneliti Natlab. Bersama Marino Carasso (Direktur Bagian Natlab), Smit mengumpulkan kedua tim.
Dalam pidato bergaya Amerika yang penuh semangat, Smit meminta mereka mengubur kapak peperangan masa lalu. "Let’s rock this party," serunya. Ia menuntut pembentukan "Dream Team" yang bersatu untuk memenangkan perang teknologi, menegaskan bahwa gesekan pribadi tidak lagi ditoleransi demi kelangsungan hidup perusahaan.