ASML's Architects
Bab 12
Troost's Letter
#1: Telepon dari Jan Huart dan "Hadiah" Karyawan Bermasalah (1978)
Setelah Natlab mentransfer wafer stepper ke S&I, Jan Huart dari Elcoma (Nijmegen) menghubungi Wim Troost. Huart, yang timnya gagal membuat salinan Silicon Repeater 1 (SiRe 1) berfungsi, menantang Troost apakah S&I benar-benar memahami industri semikonduktor.
Troost mengakui pengalamannya terbatas, yang kemudian dimanfaatkan Huart untuk menyarankan penempatan staf S&I di pabrik Elcoma. Tanpa disadari, Troost menerima "beban" masalah Huart. Troost menugaskan Richard George, fisikawan Inggris yang temperamental dari kumpulan karyawan berlebih HR, ke Elcoma. George segera menemukan bahwa mesin-mesin SiRe 1 di sana memiliki masalah penyelarasan (alignment) fatal yang akhirnya memerlukan campur tangan guru optik Natlab, Gijs Bouwhuis.
#2: Tantangan IBM Burlington (1978)
Rekan Huart, Kees Krijgsman, menyarankan agar Troost tidak hanya fokus pada Elcoma tetapi juga membidik IBM. Saat itu, pabrik IBM di Burlington, Vermont, adalah yang tercanggih di dunia, memproduksi DRAM 64-kilobit pertama.
Krijgsman, yang sering berdiskusi dengan IBM, membuka jalan bagi S&I. IBM setuju untuk mengevaluasi mesin Philips dengan satu syarat ketat: S&I harus mengirimkan stepper paling lambat pada 8 Juni 1982. Tenggat waktu ini menjadi target mati bagi tim Troost.
#3: Optimisme Bisnis S&I: "Optical vs E-Beam" (Agustus 1978)
Di Natlab, tim Steef Wittekoek telah menyelesaikan Silicon Repeater 2 (SiRe 2) yang jauh lebih canggih, dengan sistem oli tertutup dan meja-H karya Ad Bouwer yang revolusioner.
Namun, Troost juga bertaruh pada teknologi lain: E-beam writer. Manajer proyek Ronald Beelaard dan pemasar Ger Janssen menyusun rencana bisnis yang sangat optimis pada Agustus 1978. Mereka memprediksi pasar stepper akan tumbuh hingga 1982 lalu stagnan, sementara E-beam akan mendominasi masa depan. Rencana tersebut menargetkan pangsa pasar 40% untuk stepper Philips pada tahun 1980, meskipun dengan catatan bahwa proyeksi produksi saat itu masih konservatif.
#4: Kegagalan Meja Listrik dan Konflik Budaya (1978 - 1979)
Beelaard memutuskan untuk membuang teknologi meja hidrolik Natlab (karena risiko kontaminasi oli yang fatal bagi chip) dan menggantinya dengan meja listrik untuk versi industri yang dinamakan PAS 2000 (Philips Automatic Stepper). Tugas ini jatuh pada insinyur muda Frans Klaassen yang dibantu oleh Richard George.
Upaya mendesain ulang meja listrik ini menemui jalan buntu. Klaassen dan George, dengan sumber daya terbatas dan dukungan minim, gagal membuat sistem yang cukup cepat dan stabil. Kunjungan mereka ke Natlab sering disambut sinisme para peneliti yang merasa karya mereka (meja hidrolik) sudah sempurna dan S&I hanya membuang waktu. Kesenjangan budaya antara "seniman" Natlab dan "pabrik disiplin" S&I memperparah situasi.
#5: Surat "Infamous" Troost dan Perintah "Chinese Copy" (Akhir 1979)
Frustrasi karena kemacetan proyek dan ancaman meleset dari tenggat waktu IBM, George membocorkan situasi ini ke Natlab, yang kemudian menekan S&I. Setelah diskusi intens, Troost mengambil tindakan tegas.
Ia mengeluarkan surat perintah yang kemudian menjadi terkenal ("infamous letter"). Untuk menyelamatkan jadwal pengiriman, Troost membatalkan keputusan Beelaard tentang meja listrik. Ia memerintahkan tim untuk membuat "Chinese copy" (salinan persis) dari Silicon Repeater 2 milik Natlab, lengkap dengan sistem hidroliknya, sebanyak lima unit. Pengembangan meja listrik ditunda sebagai proyek jangka panjang. Keputusan pragmatis ini berhasil menyatukan tim dan menyelamatkan proyek dari kehancuran total, setidaknya untuk sementara waktu.