David Mann

ASML's Architects 
Bab 3
David Mann

#1: Pendekatan Pasar AS dan Evolusi Awal (1961 - Awal 1960-an)

Berbeda dengan Natlab yang membangun kamera step-and-repeat dalam isolasi dinding Philips, pengembangan di Amerika Serikat didorong oleh pasar terbuka. David Mann telah meluncurkan perangkat sederhana ke pasar pada tahun 1961. Meskipun mesin awal ini agak ringkih (rickety), kemampuannya sudah cukup untuk membuat transistor pada masa itu. Pengembangan di Mann tidak didikte oleh akademisi, melainkan oleh puluhan pelanggan yang datang membawa masalah spesifik mereka.

Proses pengembangan teknologi berlangsung secara bertahap (incremental). Pada awal 1960-an, insinyur Mann masih menggunakan mur berputar pada ulir timbal (lead screws). Baru di kemudian hari mereka beralih menggunakan linear encoders untuk mencapai akurasi yang lebih tinggi, sebuah langkah yang mirip dengan apa yang dilakukan Klostermann di Belanda. Mann juga kemudian mengadopsi interferometri laser setelah Hewlett-Packard memperkenalkan laser yang dapat diandalkan.

#2: Kompetisi dan Dominasi Pasar (Sepanjang Tahun 1960-an)

Kesuksesan Mann memicu munculnya banyak pesaing di pasar AS. Seorang insinyur dari IBM mendirikan JADE, diikuti oleh perusahaan lain seperti Dekacon, Electromask, dan OPTOmechanisms. Salah satu pesaing, Spectra Physics, bahkan memperkenalkan repeater canggih dengan 9 objektif yang dilengkapi sistem pengukuran berbasis laser dan meja granit di atas bantalan udara (air bearings).

Meskipun dikepung kompetitor, David Mann berhasil mempertahankan pangsa pasar sebesar 60 hingga 70 persen sepanjang tahun 1960-an, termasuk di pasar Jepang. Di bawah manajer umum Burton Wheeler, perusahaan ini dikenal dengan kualitasnya yang super, meskipun skalanya masih kecil di mana mesin-mesin dirakit secara manual di bengkel kecil oleh beberapa lusin insinyur saja.

#3: Krisis Optik dan Peralihan ke Lensa Nikon (Awal 1960-an - 1969)

Seperti halnya Klostermann, tim di Mann berjuang memenuhi persyaratan optik yang sangat tinggi. Pada awalnya, mereka mengandalkan lensa dari pembuat mikroskop Bausch & Lomb. Mann menggunakan metode "pilih-pilih" (cherry-pick), di mana mereka memesan seri besar dan hanya mengambil unit terbaik. Namun, kualitas Bausch & Lomb sering kali mengecewakan; kadang dalam satu batch kiriman tidak ada satu pun lensa yang layak pakai.

Frustrasi dengan pasokan lokal, spesialis presisi Mann menemukan distributor di New York yang memiliki stok lensa Nikon berkualitas baik. Lensa buatan Jepang ini memiliki keunggulan signifikan: karena didesain sebagai lensa kamera, mereka memiliki bidang pandang (field of view) yang lebih luas dengan resolusi lebih baik. Lensa Nikon ini mampu mencitrakan area dengan diameter hampir 8 milimeter. Berkat peningkatan optik ini, Mann mulai dapat menawarkan kamera step-and-repeat untuk chip yang lebih besar pada tahun 1969.

Leave a Comment