ASML's Architects
Bab 1
A Strange Insect
#1: Konteks Skala Philips dan Investasi Awal AS (Akhir 1960 - 1961)
Pada tahun 1961, Frits Philips mengambil alih kepemimpinan perusahaan global yang saat itu memiliki 230.000 karyawan dan pendapatan sebesar $2 miliar. Ia sangat yakin bahwa laboratorium penelitian di Waalre akan berkembang hingga menampung 3.000 karyawan.
Sementara itu, tekanan kompetisi dari Amerika sudah mulai terbentuk sejak akhir 1960, di mana Angkatan Udara AS memberikan kontrak senilai $2,1 juta kepada Texas Instruments untuk mengembangkan proses dan instrumentasi khusus bagi Integrated Circuits (IC). Investasi besar-besaran inilah yang membuat Amerika memiliki keunggulan awal dibandingkan Eropa.
#2: Masuknya Frits Klostermann ke Natlab (September 1962)
Frits Klostermann bergabung dengan Natlab (Philips Physics Laboratory) pada usia 29 tahun. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang dimulai dari sekolah dasar pada tahun 1939, di mana ia sempat berjuang melawan disleksia sebelum akhirnya lulus dengan pujian dari sekolah teknik.
Di Natlab, ia masuk ke dalam lingkungan penelitian elit dengan anggaran yang hampir tak terbatas. Namun, suasana kerja segera berubah menjadi penuh tekanan setelah manajemen menyadari ketertinggalan mereka dalam teknologi chip, dipicu oleh sampel chip yang dibawa dari AS yang dilihat Klostermann melalui mikroskop yang dipasang permanen oleh Tummers.
#3: Pengembangan Prototipe Awal (Kuartal Keempat 1962)
Klostermann segera menyadari bahwa Natlab kekurangan peralatan optik presisi untuk membuat masker kontak yang diperlukan. Alih-alih menunggu pemesanan masker dari AS yang memakan waktu berbulan-bulan, ia merancang sistemnya sendiri.
Dalam laporan kuartal terakhir tahun 1962, Klostermann menulis bahwa ia telah berhasil mengonstruksi sistem proyeksi sederhana. Sistem ini dinilai mampu menghasilkan gambar fotografi dengan kualitas yang memadai, menandai langkah awal inisiatif internal untuk menandingi teknologi litografi Amerika.
#4: Pembelian dan Kedatangan Mesin David Mann (Mei - Juni 1963)
Manajemen Natlab, khususnya Henk Jonker, memilih jalan pragmatis untuk mengejar ketertinggalan. Pada bulan Mei 1963, Jonker memesan sebuah photorepeater dari David Mann, menolak ide Klostermann untuk membangun mesin sendiri yang mungkin memakan waktu bertahun-tahun.
Sebulan kemudian, pada Juni 1963, mesin David Mann Model 1080 tiba di Eindhoven. Mesin ini menggunakan sistem proyeksi laras tunggal (single-barrel) yang mampu memperkecil gambar dengan faktor 10 atau 3 menggunakan pelat resolusi tinggi.
#5: Pengujian Teknis dan Temuan Kecacatan (Pertengahan 1963 - 1964)
Klostermann melakukan serangkaian pengujian ketat terhadap mesin Amerika tersebut. Ia mengisi puluhan halaman jurnal laboratoriumnya dengan data, mencatat bahwa kesalahan pengukurannya sendiri maksimal hanya 0,5 mikron.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin David Mann memiliki kesalahan repetisi sebesar beberapa mikron pada jarak puluhan milimeter. Angka ini meleset dari spesifikasi resmi mesin yang mengklaim kesalahan seharusnya di bawah 1,25 mikron. Data ini mengonfirmasi keyakinan Klostermann bahwa desain mesin tersebut bisa dibuat jauh lebih baik.
#6: Investigasi Lapangan ke Amerika Serikat (November 1964)
Pada bulan November 1964, Klostermann pergi ke AS dan mengunjungi 7 perusahaan instrumen berbeda. Puncaknya terjadi pada tanggal 19 November di Burlington, Massachusetts, saat ia bertemu dengan Burton Wheeler dari divisi David Mann.
Dalam kunjungan ini, Klostermann mendapati bahwa David Mann telah melangkah lebih jauh dengan menjual photorepeater 4 laras (four-barrel) pertamanya. Mesin baru ini dijual dengan harga $37.500. Fakta ini mengejutkan karena menggunakan prinsip paralelisasi yang sebenarnya sudah dibayangkan Klostermann sejak awal, namun kini telah dikomersialkan lebih dulu oleh pesaing.