ASML's Architects
Bab Pendahuluan
The Rise of ASML
#1: Awal Mula Perlawanan di Pasar Litografi (Sekitar tahun 1980-an)
Tiga dekade yang lalu, lanskap pasar litografi chip dunia sepenuhnya dikendalikan oleh dua raksasa besar, GCA dari Amerika Serikat dan Nikon dari Jepang. Di tengah dominasi para "gorila" industri ini, muncul sebuah produsen mesin kecil yang berbasis di Belanda. Alih-alih tunduk pada status quo, perusahaan kecil ini memilih untuk melawan dan mempersulit posisi para raksasa tersebut.
Meskipun saat itu hanyalah pemain kecil di kota yang tidak mencolok, ambisi mereka sangat jelas: mereka ingin menaklukkan dunia. Ini adalah periode awal yang penuh tantangan di mana "anak-anak dari Belanda" ini menolak untuk menyerah pada hegemoni teknologi yang sudah mapan, menanamkan benih kompetisi yang kelak akan mengubah industri semikonduktor selamanya.
#2: Periode Kebangkitan dan Pengambilalihan Pasar (Pertengahan 1990-an hingga 2000-an)
Dibutuhkan waktu hampir sepuluh tahun sebelum perjuangan awal tersebut membuahkan kemajuan yang nyata. Titik balik dimulai pada pertengahan tahun 1990-an, di mana ASML mulai menanjak menuju keunggulan global. Momentum ini terus dibangun hingga satu dekade berikutnya, yang akhirnya menghasilkan kendali mutlak atas pasar litografi, meninggalkan pesaing seperti Canon dan Nikon jauh di belakang.
Selama periode ini, ASML bertransformasi dari sekadar pengganggu pasar menjadi pemimpin industri yang tak terbantahkan. Dengan pangsa pasar litografi chip yang kini mencapai 70 hingga 80 persen, mereka berhasil membalikkan keadaan. Perusahaan ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi eksportir terbesar Belanda dan penyedia lapangan kerja teknis terbanyak di ekosistem teknologi tinggi negara tersebut.
#3: Status "Superlatif" dan Ambisi Teknologi Masa Depan (Tahun 2020-an)
Saat ini, ASML telah mencapai tingkat kesuksesan yang tak tertandingi (unparalleled success). Dari kota kecil Veldhoven, perusahaan ini mendikte kecepatan evolusi teknologi informasi dunia; mesin-mesin mereka memungkinkan pembuatan struktur chip yang semakin kecil dan cepat. Kesuksesan ini tercermin dari harga saham mereka yang telah lama melampaui mantan induknya, Philips, serta posisi mereka sebagai manufaktur mesin pembuat chip terbesar di dunia.
Keunggulan ini didorong oleh keberanian mereka mengambil risiko teknologi yang dihindari oleh perusahaan lain, khususnya dalam pengembangan Extreme Ultraviolet (EUV). Kompleksitas upaya ini disandingkan dengan—atau bahkan melampaui—proyek Apollo milik Amerika Serikat. Buku ini ditulis untuk menjelaskan latar belakang sejarah tersebut kepada publik yang mungkin hanya mengenal ASML dari performa sahamnya, mengungkap "bagaimana" dan "mengapa" mereka bisa mencapai posisi dominan ini.