Chip War
Bab 38
Apple Silicon
#1: Filosofi Awal Steve Jobs tentang Software (1980)
Pada kuliahnya di tahun 1980, Steve Jobs muda (dengan rambut gondrong dan kumis tebal) mendefinisikan perangkat lunak (software) sebagai "sesuatu yang Anda tidak punya waktu untuk memasukkannya ke dalam perangkat keras (hardware)."
Filosofi ini mencerminkan keyakinan Jobs bahwa perangkat yang sempurna harus mengintegrasikan hardware dan software secara utuh. Namun, untuk iPhone generasi pertama (2007), Jobs "kehabisan waktu" untuk mendesain chip sendiri, sehingga terpaksa melakukan outsourcing desain dan produksi chip utama ke Samsung, serta menggunakan berbagai chip dari pemasok lain (Intel untuk memori, Infineon untuk modem).
#2: Akuisisi PA Semi dan Kelahiran A4 (2008 - 2010)
Setahun setelah iPhone meluncur (2008), Apple mulai merealisasikan visi kontrol totalnya dengan mengakuisisi PA Semi, sebuah firma desain chip Silicon Valley yang ahli dalam pemrosesan hemat energi.
Langkah ini berbuah hasil dua tahun kemudian (2010) dengan peluncuran chip A4, prosesor aplikasi kustom pertama Apple yang ditanam di iPad dan iPhone 4. Berbeda dengan produsen ponsel lain yang membeli chip jadi (off-the-shelf) dari Qualcomm, Apple berinvestasi besar-besaran di fasilitas desain R&D di Bavaria, Israel, dan Silicon Valley. Investasi pada "silikon khusus" ini menjadi kunci mengapa produk Apple bekerja jauh lebih mulus dibanding pesaing, memungkinkan mereka meraup 60 persen laba industri smartphone global hanya dalam empat tahun.
#3: Ketergantungan pada Taiwan vs Perakitan China
Meskipun Apple terkenal dengan kalimat "Assembled in China" di belakang produknya, teks tersebut menyesatkan secara strategis. Perakitan fisik yang dilakukan oleh ratusan ribu pekerja Foxconn di China (atau Vietnam dan India) sebenarnya mudah digantikan karena banyaknya pasokan tenaga kerja murah di dunia.
Sebaliknya, komponen paling vital dan tak tergantikan—chip di dalam iPhone—hanya bisa dibuat di Taiwan. Seiring menyusutnya jumlah foundry canggih di dunia (karena GlobalFoundries tertinggal dan Intel fokus pada PC), Apple menjadi sangat bergantung pada TSMC.
#4: Rantai Pasok Smartphone yang Unik (Era 2010-an)
Berbeda dengan rantai pasok PC yang prosesor utamanya sering dibuat Intel di AS, Irlandia, atau Israel, rantai pasok smartphone sangat terpusat di Asia Timur untuk fabrikasi komponen.
Sebuah smartphone dijejali berbagai jenis chip: prosesor aplikasi (otak), modem seluler, chip WiFi/Bluetooth, sensor kamera, hingga chip manajemen daya. Meskipun desainnya berasal dari AS (seperti chip Apple Silicon), fabrikasi fisik dari "otak" elektronik ini—terutama prosesor iPhone—dilakukan secara eksklusif di Taiwan. Fakta ini menegaskan bahwa meskipun dirancang di California dan dirakit di China, iPhone sejatinya tidak akan pernah ada tanpa kapasitas produksi Taiwan.