Chip War
Bab 25 T
he KGB’s Directorate T
#1: Pendirian Direktorat T dan Strategi "Copy It" (1963)
Didorong oleh ketertinggalan industri elektronik Soviet dan keengganan untuk menanggung biaya riset dasar yang mahal, Menteri Shokin mengadopsi strategi jalan pintas: "copy it". Untuk mengeksekusi ini, pada tahun 1963—bersamaan dengan pendirian kota teknologi Zelenograd—KGB membentuk divisi khusus bernama Direktorat T (Teknologia).
Vladimir Vetrov, seorang agen KGB, ditugaskan di Paris pada awal 1960-an dengan kedok pejabat perdagangan. Tugas utamanya adalah mengumpulkan rahasia industri dari teknologi tinggi Prancis dan Barat untuk memenuhi ambisi replikasi teknologi Uni Soviet tersebut.
#2: Skala Masif Spionase Industri (Awal 1980-an)
Karena metode diplomasi dagang tidak lagi cukup untuk menembus pengamanan teknologi AS yang semakin ketat, KGB memperluas operasi ini menjadi industri spionase raksasa. Pada awal 1980-an, mereka mempekerjakan sekitar 1.000 orang khusus untuk pencurian teknologi, dengan 300 agen di luar negeri dan 60 agen khusus di konsulat San Francisco yang menargetkan Silicon Valley.
Mereka menggunakan segala cara, mulai dari pasar gelap hingga pencurian fisik. Salah satu kasus terkenal adalah penangkapan "One Eyed Jack" pada tahun 1982 yang menyembunyikan chip Intel curian di jaket kulitnya. Bukti nyata kesuksesan pencurian ini ditemukan pada musim gugur 1982, ketika sebuah pelampung mata-mata Soviet ditemukan berisi replika sempurna dari chip Texas Instruments.
#3: Jebakan Hukum Moore dan Pencurian Alat (1980-an)
Strategi mencuri desain chip akhirnya menemui jalan buntu akibat Hukum Moore. Chip menjadi begitu padat dan kompleks sehingga sekadar mencuri desain fisik tidak lagi berguna karena mustahil diproduksi ulang (reverse engineering) tanpa peralatan yang spesifik.
Menyadari hal ini, KGB beralih mencuri alat manufaktur secara masif. CIA melaporkan Soviet mengakuisisi 900 mesin pemrosesan material, 800 mesin litografi, dan 300 mesin pengujian. Namun, upaya ini tetap gagal menciptakan kemandirian karena pabrik Soviet tidak memiliki suku cadang asli dan keahlian operasional, sehingga mesin-mesin curian tersebut sering rusak atau menghasilkan produk cacat.
#4: Kebosanan yang Memicu Pengkhianatan (1981 - 1982)
Vladimir Vetrov mengalami krisis pribadi yang parah; terjebak dalam pekerjaan meja yang membosankan di Moskow, karir yang mandek, dan pernikahan yang hancur, ia mencari pelarian. Bukan karena ideologi, melainkan demi sensasi dan balas dendam pada sistem yang mengabaikannya, ia membocorkan ribuan dokumen rahasia Direktorat T ke intelijen Prancis dengan nama sandi "Farewell".
Petualangan gandanya berakhir tragis bukan karena kontra-intelijen, melainkan kriminalitas murni. Pada 22 Februari 1982, dalam kondisi delusi dan mabuk, Vetrov menikam kekasih gelapnya di jalan lingkar Moskow, sebuah insiden yang menyebabkan penangkapannya dan akhirnya membongkar kedoknya.
#5: Operasi Exodus dan Kegagalan Strategis (1985)
Bocoran dokumen Vetrov menyadarkan Washington akan skala "pendarahan teknologi" (massive hemorrhage) yang terjadi. Merespons hal ini, pemerintahan Reagan meluncurkan Operation Exodus untuk memperketat bea cukai dan kontrol ekspor secara drastis.
Pada tahun 1985, operasi ini berhasil menyita barang selundupan senilai $600 juta dan melakukan 1.000 penangkapan. Di tahun yang sama (1985), studi CIA mengonfirmasi bahwa strategi "copy it" Soviet adalah bumerang fatal: dengan mengandalkan pencurian daripada inovasi, Uni Soviet menjamin diri mereka sendiri untuk selalu tertinggal secara permanen (rata-rata 5 tahun) di belakang teknologi Amerika.