Death Spiral

Chip War 
Bab 19
Death Spiral

#1: Dilema "Spiral Kematian" Bob Noyce (1986)
Pada tahun 1986, Bob Noyce dengan pesimis menyatakan bahwa industri AS berada dalam "spiral kematian", khawatir Silicon Valley akan berakhir seperti Detroit yang industri otomotifnya layu dihajar kompetisi asing.

Noyce dan industri chip menghadapi kontradiksi sikap: mereka membutuhkan bantuan pemerintah tetapi takut birokrasi Washington akan menghambat inovasi. Dilema ini semakin rumit karena pada tahun 1980-an, lebih dari 90 persen semikonduktor dibeli oleh sektor sipil, bukan militer, sehingga pengaruh langsung Pentagon terhadap industri telah jauh berkurang dibandingkan era Apollo.

#2: Perdebatan "Keripik Kentang vs Chip Silikon"
Di Washington, terjadi perdebatan sengit tentang apakah industri chip layak dibantu. Salah satu ekonom pemerintahan Reagan terkenal (meski menyangkalnya kemudian) dikutip menyamakan "potato chips" dengan "computer chips", berargumen bahwa $100 dari keduanya bernilai sama bagi ekonomi.

Pandangan ini mencerminkan skeptisisme ekonom pasar bebas yang berpendapat bahwa jika Jepang bisa memproduksi chip lebih murah, AS sebaiknya membelinya saja untuk menekan biaya komputer, tanpa peduli risiko strategis jangka panjang kehilangan kemampuan manufaktur domestik.

#3: Lobi Intensif dan Perang Dagang (Pertengahan 1980-an)
Karena pemotongan pajak dan perlindungan hak cipta tidak cukup membendung Jepang, Silicon Valley melobi Washington lebih keras. AS akhirnya menekan Jepang dengan tuduhan "dumping" (menjual di bawah harga produksi).

Pada tahun 1986, kedua negara menyepakati pembatasan ekspor chip DRAM Jepang ke AS. Ironisnya, kesepakatan ini justru menjadi bumerang: pasokan berkurang, harga chip global naik, dan keuntungan produsen Jepang (yang masih mendominasi pasar) justru meningkat, sementara produsen komputer AS merugi karena biaya komponen yang lebih mahal.

#4: Pendirian Sematech (1987)
Meniru strategi koordinasi Jepang, pada tahun 1987, industri chip AS dan Pentagon mendirikan konsorsium bernama Sematech (Semiconductor Manufacturing Technology), yang didanai 50:50 oleh industri dan pemerintah.

Dipimpin oleh Bob Noyce yang "turun gunung" dari masa pensiunnya, Sematech bertujuan menyelaraskan jadwal produksi antara pembuat chip dan pembuat alat, serta meningkatkan keandalan mesin manufaktur AS yang saat itu sangat buruk (hanya beroperasi 30 persen dari waktu yang seharusnya karena perbaikan).

#5: Misi Penyelamatan GCA dan Kematian Noyce (1988 - 1993)
Fokus utama Noyce adalah menyelamatkan industri litografi AS, dengan mengalokasikan 51 persen dana Sematech ke sektor ini, termasuk menyuntikkan dana besar ke GCA yang sedang sekarat. Meskipun GCA berhasil menciptakan teknologi stepper ultra-canggih yang dipuji analis sebagai "yang terbaik di dunia" berkat bantuan Sematech, mereka gagal secara bisnis.

Pelanggan enggan mengambil risiko membeli dari perusahaan yang hampir bangkrut. Tragedi memuncak ketika Bob Noyce meninggal mendadak karena serangan jantung pada tahun 1990. Tanpa pelindung utamanya, dan setelah merugi $30 juta meski dibantu $70 juta dana Sematech, GCA akhirnya ditutup pada tahun 1993, menandai kegagalan AS mempertahankan juara litografinya.

Leave a Comment