The Art of Thinking Clearly
Bab 97
Fallacy of the Single Cause
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Fallacy of the Single Cause (Kesesatan Penyebab Tunggal).
Deskripsi Judul: "The Stone-Age Hunt for Scapegoats" (Perburuan Kambing Hitam Zaman Batu).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Fallacy of the Single Cause? Ini adalah kesalahan logis di mana kita mencoba menyederhanakan kejadian kompleks (seperti perang, krisis ekonomi, atau kesuksesan bisnis) menjadi hanya satu penyebab tunggal. Padahal, hampir semua peristiwa di dunia nyata adalah hasil dari interaksi ratusan atau ribuan faktor yang saling memengaruhi.
Mengapa dinamakan demikian? Disebut Single Cause karena obsesi kita untuk menemukan "satu alasan" di balik segalanya. Judul "Perburuan Kambing Hitam" merujuk pada motivasi di balik bias ini: kita mencari satu penyebab tunggal sering kali untuk menunjuk seseorang sebagai penanggung jawab (scapegoat) atau pahlawan. Ini adalah insting purba ("zaman batu") karena menyalahkan satu orang/hal memberikan ilusi kendali dan pemahaman yang mudah, meskipun itu salah secara fundamental.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Bahasa Media & Politik)
Alasan: Jurnalis dan politisi menyukai ini karena narasi tunggal ("X menyebabkan Y") mudah dijual dan dipahami massa. Judul berita seperti "Alasan Kenapa X Gagal" jauh lebih menarik daripada "Ribuan Faktor Kompleks yang Menyebabkan X Gagal".
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Perang Irak & Chris Matthews: Jurnalis MSNBC mendesak narasumber untuk menyebutkan satu motif utama invasi Irak (Apakah minyak? WMD? Balas dendam 9/11?). Pertanyaan ini cacat karena perang geopolitik tidak pernah dipicu oleh satu hal, melainkan akumulasi sejarah, politik, intelijen, dan emosi.
- Apel Tolstoy (War and Peace): Leo Tolstoy menggambarkan saat apel jatuh: Apakah karena gravitasi? Batang yang layu? Matahari yang mengeringkannya? Angin yang mengguncang? Atau anak laki-laki di bawah yang ingin memakannya? Tidak ada satu pun penyebab tunggal; apel jatuh karena semua faktor itu terjadi bersamaan.
- Krisis Finansial 2008: Orang sibuk mencari biang kerok tunggal: Apakah karena Alan Greenspan? Keserakahan bankir? Agen pemeringkat yang korup? Faktanya, krisis terjadi karena kombinasi simultan dari semua faktor tersebut, bukan satu saja.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Petakan Jaring Penyebab: Saat menganalisis kegagalan (misal: produk baru gagal), jangan tanya "Siapa yang salah?". Ambil kertas, gambarkan semua kemungkinan faktor yang berkontribusi (metode diagram tulang ikan). Lihatlah sebagai ekosistem penyebab.
- Bedakan yang Bisa Diubah: Dari sekian banyak faktor penyebab, tandai mana yang bisa Anda kendalikan dan mana yang tidak (seperti "sifat dasar manusia"). Fokuslah bereksperimen pada variabel yang bisa diubah.
- Tolak Kambing Hitam: Sadari bahwa menunjuk satu orang sebagai penyebab ("Semua ini salah si A") biasanya adalah permainan kekuasaan atau pelampiasan emosi, bukan analisis fakta. Manusia bukan penguasa takdir yang berdiri sendiri; kita dipengaruhi ribuan variabel eksternal.