The Art of Thinking Clearly
Bab 78
Falsification of History
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Falsification of History (Pemalsuan Sejarah).
Deskripsi Judul: "You Were Right All Along" (Kamu Selalu Benar).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Falsification of History? Ini adalah fenomena psikologis di mana otak kita secara tidak sadar merevisi atau menulis ulang ingatan masa lalu agar sesuai dengan pengetahuan, keyakinan, dan opini kita saat ini. Otak kita bekerja seperti Winston Smith di novel 1984, yang terus-menerus memperbarui dokumen lama agar sesuai dengan perkembangan baru, menciptakan ilusi bahwa kita selalu konsisten dan tidak pernah salah.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Falsification of History karena memori kita bukanlah arsip statis, melainkan narasi yang terus direkonstruksi. Kita "memalsukan" riwayat pendapat kita sendiri (misalnya: "Saya dari dulu memang tidak setuju dengan X"), padahal faktanya dulu kita setuju. Hal ini juga berlaku pada Flashbulb Memories (ingatan kilat peristiwa besar), yang terasa sangat nyata dan detail seperti foto, namun sering kali tidak akurat.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Mekanisme Pertahanan Diri)
Alasan: Ini adalah mekanisme coping yang sangat efisien untuk menghindari rasa malu akibat kesalahan. Mengakui bahwa kita dulu salah itu menyakitkan secara emosional, jadi otak "membantu" dengan menghapus jejak kesalahan tersebut, membuat kita merasa seolah-olah kita "benar sejak awal".
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Opini Politik (Studi Gregory Markus): Pada tahun 1973, orang ditanya pendapat tentang legalisasi narkoba. Sepuluh tahun kemudian (1983), mereka ditanya lagi, termasuk apa jawaban mereka 10 tahun lalu. Hasilnya: Mereka mengingat jawaban masa lalu mereka sama persis dengan opini mereka saat ini, padahal data asli menunjukkan jawaban yang jauh berbeda.
- Tragedi Challenger (Studi Ulrich Neisser): Mahasiswa diminta menulis di mana mereka berada saat pesawat ulang-alik Challenger meledak (1986). Tiga tahun kemudian, ingatan mereka berubah drastis (lokasi, perasaan, teman bicara), tetapi mereka sangat yakin ingatan baru itu benar. Bahkan ketika ditunjukkan tulisan tangan asli mereka sendiri yang berbeda, mereka menyangkalnya: "Saya tahu itu tulisan saya, tapi saya tidak mungkin menulis ini."
- Kesaksian Saksi Mata (Eyewitness Testimony): Dalam hukum, saksi mata sering kali sangat yakin bahwa mereka mengenali pelaku kejahatan ("Saya tidak akan pernah melupakan wajah itu"). Namun, karena sifat memori yang mudah direkonstruksi, kesaksian tanpa bukti fisik sering kali tidak akurat dan berisiko memenjarakan orang yang salah.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Anggap 50% Ingatan Anda Salah: Bersikaplah skeptis terhadap ingatan Anda sendiri, bahkan untuk peristiwa yang terasa sangat jelas (flashbulb memories). Ingatan bukanlah rekaman video yang sempurna.
- Buat Dokumentasi (Jurnal): Satu-satunya cara untuk memverifikasi kebenaran masa lalu adalah dengan mencatat opini, prediksi, dan pandangan Anda secara real-time dalam jurnal. Ini akan menjadi bukti objektif saat Anda menengok ke belakang.
- Validasi Eksternal: Jangan mempercayai kesaksian (baik dari orang lain maupun diri sendiri) tanpa bukti pendukung tambahan atau investigasi lebih lanjut.