The Art of Thinking Clearly
Bab 67
Introspection Illusion
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Introspection Illusion (Ilusi Introspeksi).
Deskripsi Judul: "Jadilah Penentang Diri Sendiri" (Be Your Own Heretic).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Introspection Illusion? Ini adalah kekeliruan berpikir di mana kita percaya bahwa refleksi mendalam ke dalam diri sendiri (introspection) akan mengungkap kebenaran sejati atau akurasi mutlak tentang keinginan dan keyakinan kita. Kita menganggap hasil introspeksi kita sebagai "kebenaran murni" (karena kita merasa imparsial saat melihat ke dalam), sementara kita menganggap keyakinan orang lain sebagai hasil dari bias, kepentingan pribadi, atau kebodohan. Padahal, introspeksi sering kali hanyalah fabrikasi atau karangan otak.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Introspection Illusion karena keyakinan bahwa "melihat ke dalam diri sendiri = akurat" adalah sebuah ilusi. Riset menunjukkan bahwa saat kita mencoba menggali alasan di balik keputusan kita, kita sering kali mengarang (contrive) temuan tersebut agar masuk akal, bukan menemukannya secara objektif.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Penyebab Konflik Keyakinan)
Alasan: Ilusi ini membuat kita merasa superior secara intelektual. Karena kita begitu yakin dengan "kebenaran" introspeksi kita, kita sulit menerima perbedaan pendapat. Saat orang lain tidak setuju, kita otomatis menganggap mereka: 1) Kurang informasi (Ignorance), 2) Bodoh (Idiocy), atau 3) Jahat (Malice).
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Eksperimen Tukar Foto (Petter Johannson): Peserta diminta memilih foto wajah yang paling menarik dari dua pilihan. Peneliti kemudian menukar foto tersebut dengan foto yang tidak dipilih tanpa sepengetahuan peserta. Hasilnya mengejutkan: mayoritas peserta tidak sadar telah ditukar, dan mereka malah memberikan alasan rinci dan meyakinkan mengapa mereka menyukai foto tersebut. Introspeksi mereka hanyalah karangan semata untuk membenarkan situasi saat itu.
- Bruce si CEO Vitamin: Bruce, presiden perusahaan vitamin, mengklaim vitamin sangat bermanfaat. Kita cenderung meragukannya ("Ah, dia bicara begitu demi keuntungan/profit"). Namun, jika kita percaya emas akan naik, kita percaya itu 100% valid karena kita merasa sudah merenungkannya dalam-dalam. Kita menilai orang lain dengan skeptis (eksternal), tapi menilai diri sendiri dengan keyakinan buta (internal).
- Reaksi terhadap Politik: Aktivis politik sering menganggap orang yang berbeda pendapat sebagai "sesat" atau "jahat". Mereka merasa introspeksi mereka telah membawa mereka pada kebenaran mutlak, sehingga siapa pun yang menentangnya pasti memiliki niat buruk (Assumption of Malice).
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Jadilah Kritikus Terberat Diri Sendiri: Perlakukan observasi internal dan perasaan Anda dengan skeptisisme yang sama tajamnya dengan saat Anda menilai klaim orang asing.
- Waspada Fabrikasi: Sadarilah bahwa saat Anda menjelaskan alasan di balik perasaan atau keputusan Anda, otak Anda mungkin sedang "mengarang cerita", bukan melaporkan fakta.
- Jangan Merasa Superior: Ingatlah bahwa introspeksi orang lain bagi mereka terasa sevalid introspeksi Anda bagi diri Anda. Jangan terjebak dalam ilusi superioritas bahwa Anda satu-satunya yang objektif.