Information Bias

The Art of Thinking Clearly 
Bab 59
Information Bias

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Information Bias (Bias Informasi).
Deskripsi Judul: "Jika Anda Punya Musuh, Beri Dia Informasi" (If You Have an Enemy, Give Him Information).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Information Bias? Ini adalah delusi atau keyakinan keliru bahwa semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin baik keputusan yang akan kita ambil. Faktanya, tumpukan data tambahan sering kali tidak memberikan wawasan baru, membuang waktu, dan justru bisa mengaburkan penilaian kita dibandingkan jika kita hanya mengandalkan fakta-fakta dasar (bare facts).

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Information Bias karena kita memiliki bias (kecondongan) sistematis untuk terus mencari dan mengumpulkan informasi ("pemujaan terhadap dewa informasi"), bahkan ketika informasi tersebut tidak relevan atau nilainya nol untuk keputusan yang sedang dihadapi.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Wabah Era Digital)
Alasan: Manajer dan investor hampir "kecanduan" data. Kita sering memesan studi tambahan, laporan riset, dan analisis mendalam hanya untuk merasa aman, padahal fakta kritisnya sudah tersedia. Krisis finansial 2008 adalah bukti bahwa terabyte informasi di Bloomberg dan Reuters tidak menjamin prediksi yang akurat.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Pencarian Hotel (Mencari Jarum di Jerami): Penulis mencari hotel di Miami. Dia langsung menemukan satu yang bagus di awal. Namun, karena tidak puas, dia menghabiskan 2 jam membaca ratusan ulasan dan blog. Hasil akhirnya? Dia tetap memilih hotel yang pertama. Informasi tambahan selama 2 jam itu tidak mengubah keputusan, hanya membuang waktu.

- San Diego vs San Antonio (Paradoks Pengetahuan): Mahasiswa Universitas Chicago (AS) dan Universitas Munich (Jerman) ditanya: "Kota mana yang penduduknya lebih banyak: San Diego atau San Antonio?".
* Mahasiswa Chicago (tahu banyak tentang kedua kota): Hanya 62% yang benar.
* Mahasiswa Jerman (minim info): 100% benar. Alasannya? Mahasiswa Jerman hanya pernah dengar San Diego, jadi mereka menebak San Diego (yang benar). Mahasiswa Chicago punya "terlalu banyak info" yang justru membingungkan mereka.

- Dokter & Tes Diagnostik: Pasien memiliki peluang 80% terkena Penyakit A. Jika dites positif untuk penyakit lain (X), peluang Penyakit A tetap lebih dominan. Namun, kebanyakan dokter tetap meminta tes tersebut dilakukan, meskipun hasilnya tidak relevan dan tidak akan mengubah rekomendasi pengobatan. Mereka terjebak ilusi bahwa "lebih banyak tes = lebih baik".

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Fokus pada Fakta Dasar: Berusahalah untuk mengambil keputusan dengan "fakta telanjang" (bare facts). Pengetahuan berlebih (superfluous knowledge) sering kali tidak berharga.

- Berhenti Saat Sudah Cukup: Jika Anda sudah menemukan opsi yang bagus (seperti hotel tadi), berhentilah. Jangan mencari konfirmasi tambahan yang memakan waktu jika kemungkinan besar tidak akan mengubah pilihan Anda.

- Strategi Melawan Musuh: Jika Anda punya rival, jangan bunuh dia dengan kebaikan, tapi bunuh dia dengan tumpukan data dan analisis (reams of data and analysis). Biarkan dia tenggelam dalam Information Bias.

Leave a Comment