Framing

The Art of Thinking Clearly 
Bab 42
Framing

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Framing (Efek Bingkai / Pembingkaian).
Prinsip Utama: C’est le ton qui fait la musique (Bukan apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana Anda mengatakannya).
Teknik Terkait: Glossing (Memperhalus istilah).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Framing? Ini adalah fenomena psikologis di mana kita bereaksi secara berbeda terhadap situasi yang identik, tergantung pada bagaimana situasi tersebut disajikan atau "dibingkai". Otak kita tidak menafsirkan informasi secara isolasi atau objektif, melainkan sangat dipengaruhi oleh kata-kata, konteks, atau penekanan yang digunakan penyampai pesan.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Framing karena informasi tersebut diletakkan dalam sebuah "bingkai" tertentu (misalnya bingkai keuntungan vs bingkai kerugian). Bingkai ini membatasi pandangan kita dan mengarahkan fokus kita hanya pada aspek tertentu, mengabaikan fakta bahwa isi di dalamnya sebenarnya sama.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Alat Komunikasi Utama)
Alasan: Efek ini ada di mana-mana, mulai dari strategi manajemen, pasar saham, hingga agama (contoh: reformasi agama terjadi karena perbedaan pembingkaian roti sebagai "tubuh simbolis" atau "tubuh nyata" Kristus). Penulis menyebutkan bahwa setiap fakta yang kita dengar tunduk pada efek ini.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Daging & Lemak: Konsumen disuruh memilih antara daging "99% bebas lemak" dan daging "1% lemak". Mayoritas memilih yang pertama, karena terdengar lebih sehat. Bahkan ketika pilihannya "98% bebas lemak" vs "1% lemak", orang tetap memilih yang pertama meskipun kandungan lemaknya dua kali lipat lebih tinggi. Kata "bebas lemak" adalah bingkai positif yang kuat.

- Eksperimen Wabah (Hidup vs Mati): Dalam skenario menyelamatkan 600 orang: Jika dibilang "Opsi A menyelamatkan 200 orang", mayoritas setuju. Jika dibilang "Opsi A membuat 400 orang mati", mayoritas menolak. Padahal 200 hidup = 400 mati. Perubahan kata dari "selamat" (gain frame) ke "mati" (loss frame) membalikkan keputusan 180 derajat.

- Eufemisme Manajemen (Glossing): Manajemen memoles kenyataan buruk dengan bingkai kata-kata indah. Harga saham anjlok disebut "koreksi". Harga akuisisi kemahalan disebut "goodwill". Dipecat disebut "mengevaluasi ulang karier". Tentara yang tewas konyol disebut "pahlawan perang". Genosida disebut "pembersihan etnis".

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Sadarilah "Musik"-nya: Ingatlah bahwa "bukan lagunya, tapi nadanya yang membuat musik". Perhatikan bagaimana pesan disampaikan, bukan hanya isinya.

- Lihat Fakta Murni: Cobalah untuk melihat fakta di balik bingkai. Jika baca prospektus keuangan yang grafiknya menanjak indah, cek rentang waktunya (apakah tahun buruk dipotong?). Jika mau beli mobil bekas, jangan hanya terpaku pada "jarak tempuh rendah" yang ditonjolkan penjual, tapi cek mesinnya.

- Uji Balik (Reverse Framing): Jika Anda menghadapi keputusan "menyelamatkan keuntungan", coba ubah kalimatnya menjadi "menghindari kerugian" dan lihat apakah keputusan Anda berubah. Jika ya, Anda terkena efek framing.

Leave a Comment