The Art of Thinking Clearly
Bab 30
The Anchor
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: The Anchor (Jangkar / Bias Penjangkaran).
Deskripsi Judul: "Mengapa Roda Keberuntungan Membuat Kepala Kita Pusing" (Why the Wheel of Fortune Makes Our Heads Spin).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu The Anchor? Ini adalah bias kognitif di mana kita terlalu bergantung pada satu informasi awal (yang disebut "jangkar") ketika membuat keputusan atau estimasi. Kita menggunakan informasi awal tersebut sebagai titik awal, lalu menyesuaikan tebakan kita dari sana. Sayangnya, penyesuaian kita sering kali tidak cukup jauh, sehingga hasil akhirnya tetap bias ke arah angka awal tersebut, bahkan jika angka itu tidak relevan sama sekali.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan The Anchor karena cara kerjanya mirip dengan jangkar kapal. Sebuah jangkar menahan kapal agar tidak bergerak terlalu jauh dari titik ia dijatuhkan. Begitu pula dalam pikiran: angka atau fakta yang kita dengar pertama kali menahan pemikiran kita di sekitarnya. Kita "berpegang" (clutch) pada angka tersebut dan hanya berani bergerak sedikit darinya saat membuat estimasi ke wilayah yang tidak kita kenal.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Melimpah)
Alasan: Artikel menyatakan bahwa "jangkar berlimpah di mana-mana, dan kita semua berpegang padanya" (Anchors abound, and we all clutch at them). Mulai dari guru yang menilai murid berdasarkan nilai masa lalu, hingga agen properti profesional yang terpengaruh harga daftar, semua rentan terhadap bias ini. Semakin tidak pasti nilai sesuatu (seperti seni atau saham), semakin kita bergantung pada jangkar.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Lelang Anggur & Nomor Jaminan Sosial: Profesor meminta mahasiswa menulis 2 digit terakhir nomor jaminan sosial mereka, lalu menawar harga sebotol anggur. Mahasiswa dengan angka jaminan sosial tinggi menawar harga anggur dua kali lipat lebih mahal daripada mahasiswa dengan angka rendah. Angka acak (SSN) menjadi jangkar yang tidak disadari.
- Roda Keberuntungan & Anggota PBB: Amos Tversky meminta peserta memutar roda keberuntungan (angka acak), lalu menebak jumlah negara anggota PBB. Peserta yang mendapat angka tinggi di roda memberikan estimasi jumlah negara yang jauh lebih tinggi. Angka roda menjadi jangkar, padahal tidak ada hubungannya dengan PBB.
- Taktik Negosiasi Bos Konsultan: Bos penulis selalu menetapkan harga pembuka yang sangat tinggi di awal negosiasi ("Kami baru saja mengerjakan proyek serupa seharga 5 juta dolar"). Dengan melempar angka $5 juta sebagai jangkar, negosiasi harga dimulai dari titik yang sangat tinggi, menguntungkan perusahaannya.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Waspada Harga "Rekomendasi": Sadarilah bahwa "Harga Eceran yang Disarankan" (Recommended Retail Price) pada kemasan produk hanyalah sebuah jangkar untuk membuat harga jual asli terlihat murah/bernilai.
- Buang Angka Acak: Jika Anda harus menaksir nilai (seperti harga rumah atau jumlah anggota PBB), abaikan angka-angka yang tidak relevan yang baru saja Anda dengar atau lihat (seperti nomor telepon atau nomor undian) agar tidak memengaruhi penilaian objektif Anda.
- Tetapkan Jangkar Anda Sendiri: Dalam negosiasi, jangan biarkan lawan bicara menetapkan jangkar pertama. Atau jika Anda penjual, tetapkan jangkar harga di tahap awal (early stage) sebelum penawaran resmi dibuat, seperti yang dilakukan bos konsultan dalam cerita.