The It’ll-Get-Worse-Before-It-Gets-Better Fallacy

The Art of Thinking Clearly 
Bab 12
The It’ll-Get-Worse-Before-It-Gets-Better Fallacy

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: The It’ll-Get-Worse-Before-It-Gets-Better Fallacy (Kesesatan "Akan Memburuk Sebelum Membaik").
Deskripsi Judul: "Mengapa 'No Pain, No Gain' Harus Membunyikan Alarm Bahaya" (Why ‘No Pain, No Gain’ Should Set Alarm Bells Ringing).
Kategori: Varian dari Confirmation Bias (Bias Konfirmasi).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Fallacy Ini? Ini adalah sebuah "tabir asap" (smokescreen) yang sering digunakan oleh para ahli, konsultan, atau pemimpin yang tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan atau ingin menutupi kegagalan. Jika situasi memburuk, mereka berkata, "Lihat, prediksi saya benar, ini bagian dari proses." Jika situasi membaik secara tak terduga, mereka mengklaim itu berkat kehebatan mereka. Apa pun yang terjadi, si ahli tetap menang (either way he wins).

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan demikian karena kalimat kuncinya adalah peringatan bahwa "segala sesuatu akan memburuk dulu sebelum menjadi lebih baik." Ini adalah taktik untuk mencegah klien atau konstituen membatalkan kontrak atau memberontak saat terjadi kemerosotan, dengan membingkai kegagalan tersebut sebagai bagian "wajar" dari proses penyembuhan atau perbaikan.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 4/5 (Sering Terjadi / Strategi Manipulasi Umum)
Alasan: Taktik ini sangat efektif karena memanfaatkan ketidaktahuan korban. Mulai dari dokter yang salah diagnosis, konsultan bisnis yang gagal, hingga pemimpin negara yang tidak kompeten menggunakan alasan "masa sulit" atau "pembersihan" untuk membenarkan kekacauan yang terjadi akibat kepemimpinan mereka.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Salah Diagnosis Dokter (Apendisitis): Penulis menderita sakit perut di Corsica. Dokter memberinya antibiotik dan berkata, "Sakitnya akan bertambah parah sebelum membaik." Penulis menahan rasa sakit luar biasa karena percaya itu bagian dari penyembuhan. Ternyata dokter itu salah diagnosis (sebenarnya usus buntu/apendisitis) dan penulis hampir mati karenanya. Rasa sakit yang memburuk bukanlah tanda penyembuhan, tapi tanda bahaya.

- Konsultan Bisnis & Penurunan Penjualan: Seorang CEO menyewa konsultan saat penjualan anjlok. Konsultan berkata perbaikan butuh waktu dan penjualan akan turun lagi sebelum naik. Selama 3 tahun penjualan terus turun, dan konsultan selalu beralasan "ini sesuai prediksi". Konsultan membingkai kegagalan strateginya sebagai bukti kebenaran prediksinya.

- Politik: Presiden negara yang tidak kompeten meminta rakyat "mengencangkan ikat pinggang" dan memprediksi "tahun-tahun sulit" sebagai tahap pembersihan/restrukturisasi, tanpa batas waktu yang jelas.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Bunyikan Alarm: Jika seseorang berkata, "Ini akan memburuk sebelum membaik," alarm tanda bahaya di kepala Anda harus berbunyi. Jangan terima begitu saja.

- Cari "Milestones" yang Terukur: Memang ada situasi di mana keadaan turun dulu baru naik (seperti ganti karir atau reorganisasi bisnis). Namun, dalam kasus yang benar, Anda bisa melihat apakah langkah-langkahnya berhasil dengan cepat. Harus ada tonggak pencapaian (milestones) yang jelas dan dapat diverifikasi, bukan sekadar janji kosong.

- Lihat Bukti, Bukan Langit: Fokuslah pada bukti nyata perkembangan (verifiable milestones) daripada mempercayai ramalan atau janji surga yang abstrak.

Leave a Comment