🦭 Walrus: Engine Streaming Terdistribusi Pesaing Kafka dengan Performa Ganas



Dunia distributed messaging kembali kedatangan penantang baru. Walrus hadir sebagai platform streaming terdistribusi yang dibangun di atas log storage engine performa tinggi berbasis Rust. Apakah ini saatnya beralih dari Kafka?

🚧 Masalah: Kompleksitas Sistem Terdistribusi

🕸️ Membangun sistem messaging yang tahan banting (fault-tolerant) itu sulit. Tantangan utamanya adalah menjaga konsistensi data saat terjadi kegagalan node, tanpa mengorbankan kecepatan.

⚖️ Sistem tradisional seringkali mengalami bottleneck karena mekanisme konsensus yang berat di setiap penulisan data, atau kesulitan dalam menyeimbangkan beban (load balancing) secara otomatis saat data membesar.

🛠️ Solusi: Arsitektur Hybrid Raft & Segment-Based

Walrus menggunakan pendekatan arsitektur yang unik untuk menangani masalah ini:

🧠 Pemisahan Metadata & Data: Walrus menggunakan algoritma konsensus Raft hanya untuk koordinasi metadata (seperti pemilihan pemimpin dan pemetaan topologi), bukan untuk jalur data itu sendiri. Ini membuat proses penulisan data jauh lebih ringan.

🔄 Segment-Based Sharding: Topik dipecah menjadi segmen-segmen kecil. Kepemimpinan (leadership) dirotasi secara otomatis antar-node setiap kali segmen berganti (rollover), menciptakan load balancing alami.

🛡️ Lease-Based Fencing: Untuk mencegah split-brain (dua node menulis di tempat yang sama), Walrus menggunakan sistem sewa (lease) yang ketat. Hanya node yang memegang "kunci" yang boleh menulis.

🚀 High Performance IO: Di Linux, Walrus memanfaatkan io_uring untuk operasi disk asinkron yang super cepat, meninggalkan metode lama.

✅ Findings & Dampak Performa

Hasil benchmark menunjukkan Walrus bukan sekadar konsep belaka, tapi monster dalam hal kecepatan:

⚡ Throughput Juara: Walrus mencatat rata-rata 1,2 Juta writes/detik, mengungguli Kafka (1,1 Juta) dan RocksDB (432 Ribu) dalam skenario pengujian single broker.

✅ Terverifikasi Secara Formal: Tidak cuma cepat, Walrus menjamin kebenaran logika sistemnya menggunakan spesifikasi TLA+. Ini memastikan tidak ada bug logika fatal dalam rotasi segmen atau konsistensi data.

💻 How to Use (Quick Start)

Ingin mencoba menjalankannya? Cukup mudah dengan CLI yang disediakan:

terminal Bootstrap Cluster: Jalankan make cluster-bootstrap untuk menyalakan 3 node lokal.

📝 Buat Topik & Tulis Data: REGISTER logs PUT logs "hello world"

👀 Baca Data: GET logs

💡 Key Takeaways

🦀 Rust & Reliability: Dibangun dengan Rust menjamin keamanan memori dan performa tinggi.

📜 TLA+ Verified: Jarang ada proyek open source yang menyertakan verifikasi formal TLA+ untuk membuktikan sistemnya bebas dari race condition yang aneh.

💾 Simple Protocol: Protokol teks sederhana berbasis TCP memudahkan integrasi klien tanpa driver yang rumit.

👇 Diskusi Yuk!

Para Backend Engineer dan DevOps, seberapa penting verifikasi formal (TLA+) bagi kalian dalam memilih infrastruktur data? Apakah performa Walrus cukup menggoda untuk menggantikan Kafka di stack kalian?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇

Sumber:
https://github.com/nubskr/walrus

#DistributedSystems #RustLang #Kafka #WalrusEngine #DataStreaming #SoftwareEngineering #OpenSource #DevOps #BackendDeveloper #SystemDesign

Leave a Comment