Sekarang semua orang bisa jadi “developer” modal prompting ke ChatGPT atau Cursor. Tapi ada efek samping yang jarang dibahas: Dominasi Framework yang Berlebihan.
Artikel dari Web Technology News ini membahas keresahan komunitas web standar. Ini bedahannya:
1. ⚠️ Problem Statement (Masalah)
* AI Bias: AI dilatih dengan jutaan repositori GitHub. Karena React sangat populer, AI cenderung menyarankan solusi berbasis React/Next.js untuk hal-hal sepele yang sebenarnya cukup pakai HTML/CSS biasa.
* The “Default” Stack: Developer baru (yang mengandalkan AI) jadi menganggap React adalah “standar web”, padahal itu cuma library.
* Bloatware: Akibatnya, internet dipenuhi website sederhana yang membawa beban JavaScript bergiga-giga (hydration hell), bikin web jadi lambat dan berat.
2. 🛠️ Metodologi & Solusi
Artikel ini mengajak kita (dan senior engineer) untuk mempromosikan “The Web Platform”.
* Back to Basics: Kampanyekan lagi penggunaan Native Web APIs (Web Components, Vanilla JS, CSS Modern) yang sekarang sudah sangat canggih tanpa butuh library tambahan.
* Challenge the AI: Jangan telan mentah-mentah kode dari AI. Jika AI kasih solusi React komponen 100 baris, tanya balik: “Bisa nggak ini dibuat pakai vanilla HTML & CSS aja?”
* Educational Shift: Promosikan materi belajar yang fokus pada fundamental browser (MDN), bukan cuma tutorial framework.
3. 📈 Findings & Dampak
* Longevity: Framework datang dan pergi (ingat jQuery/AngularJS 1?), tapi Standar Web (HTML/DOM) abadi. Kode vanilla yang ditulis 10 tahun lalu masih jalan hari ini.
* Performance: Menggunakan fitur bawaan browser selalu lebih ringan daripada mendownload runtime framework ke HP user.
* Dependency Hell: Mengurangi ketergantungan pada npm install membuat maintenance jangka panjang jauh lebih mudah.
4. 💡 Key Takeaways
* AI is a Mirror: AI hanya memantulkan apa yang populer, bukan apa yang terbaik atau terefisien.
* Don’t Kill a Mosquito with a Bazooka: React itu bagus buat aplikasi kompleks (seperti Facebook/Dashboard), tapi “overkill” buat landing page atau blog sederhana.
* Be a Critic: Di era AI-generated code, skill paling mahal adalah kemampuan menilai: “Apakah kita beneran butuh framework buat fitur ini?”
🔗 Baca Artikel Lengkapnya:
https://webtechnology.news/when-everyones-a-developer-how-do-we-promote-the-web-platform-over-react/
#WebDevelopment #ReactJS #WebStandards #VanillaJS #ArtificialIntelligence #SoftwareEngineering #Frontend #TechDebate