The Art of Thinking Clearly
Bab 5
Sunk Cost Fallacy
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Sunk Cost Fallacy (Kesesatan Biaya Hangus).
Alias Lain: The Concorde Effect (Efek Concorde).
Deskripsi Judul: "Mengapa Anda Harus Melupakan Masa Lalu" (Why You Should Forget the Past).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Sunk Cost Fallacy?
Ini adalah kesalahan penalaran di mana kita melanjutkan suatu aktivitas atau proyek yang merugi hanya karena kita telah menginvestasikan banyak uang, waktu, energi, atau cinta di dalamnya. Investasi yang sudah keluar (yang sebenarnya sudah hilang/hangus) menjadi alasan untuk bertahan, meskipun kita sedang berhadapan dengan situasi yang sia-sia (lost cause). Semakin banyak kita berinvestasi, semakin besar dorongan untuk melanjutkannya.
Mengapa dinamakan demikian?
Dinamakan Sunk Cost karena mengacu pada biaya yang sudah "tenggelam" (hilang) dan tidak bisa kembali, namun tetap mempengaruhi keputusan kita. Ia juga disebut The Concorde Effect karena proyek pesawat supersonik Concorde antara Inggris dan Prancis adalah contoh utamanya. Meskipun kedua pihak sadar bahwa bisnis pesawat itu tidak akan pernah berhasil, mereka terus mengucurkan dana besar hanya demi menjaga gengsi (save face) dan menghindari pengakuan kegagalan.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Berbahaya)
Alasan: Fallacy ini disebut "paling berbahaya" ketika melibatkan investasi emosional atau finansial yang besar. Perilaku irasional ini didorong oleh kebutuhan manusia akan konsistensi; menghentikan proyek di tengah jalan dianggap sebagai kontradiksi yang merusak kredibilitas. Hal ini terjadi pada investor saham, hubungan asmara, hingga keputusan perang (seperti Perang Vietnam).
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Menonton Film Buruk di Bioskop:
Penulis mencontohkan situasi menonton film yang sangat buruk. Istrinya menolak pulang di tengah film karena "tidak mau membuang $30 tiket", padahal uang itu sudah hilang baik mereka tetap duduk di sana atau pulang. Bertahan menonton film jelek tidak akan mengembalikan uang tersebut.
- Kampanye Iklan atau Proyek Gagal:
Seorang manajer iklan menolak menghentikan kampanye yang sudah berjalan 4 bulan tanpa hasil karena "kita sudah menginvestasikan begitu banyak uang, jika berhenti sekarang semua akan sia-sia". Padahal keputusan yang rasional harusnya didasarkan pada prospek masa depan, bukan biaya masa lalu.
- Hubungan Toksik (Toxic Relationship):
Seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh masalah (misalnya pasangannya selingkuh berulang kali) dengan alasan: "Saya sudah menginvestasikan begitu banyak energi dalam hubungan ini, rasanya salah jika membuangnya begitu saja".
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Lupakan Masa Lalu:
Pengambilan keputusan yang rasional menuntut Anda untuk melupakan biaya yang telah dikeluarkan hingga saat ini (costs incurred to date).
- Fokus Hanya pada Masa Depan:
Tidak peduli seberapa banyak yang sudah Anda investasikan, hanya penilaian Anda tentang biaya dan manfaat di masa depan yang berharga (future costs and benefits).
- Abaikan Harga Beli (untuk Investor):
Bagi investor saham, harga beli (acquisition price) tidak boleh memainkan peran. Jangan pertahankan saham rugi hanya karena "saya sudah rugi banyak, tidak bisa jual sekarang"; keputusan harus murni berdasarkan performa masa depan.