German Stranglehold

ASML’s Architects Bab 63 German Stranglehold#1: Dilema Maris: Ketergantungan yang Mencekik (Awal 1990-an) Willem Maris menghadapi masalah fundamental: ASML sangat ambisius dengan mesin PAS 5500, tetapi 100% bergantung pada Zeiss yang bergerak seperti siput.Krisis Zeiss: Zeiss yang berusia 150 tahun sedang mengalami krisis eksistensial. Mereka kehilangan pasar kamera ke Jepang (Nikon/Canon) karena menolak inovasi rana … Read moreGerman Stranglehold

The Circle Sir

ASML’s Architects Bab 62 The Circle Sir#1: Transisi Kepemimpinan: Troost Mundur, Aurelio Ditolak Awal 1990 ditandai dengan kekecewaan internal terkait suksesi kepemimpinan.- Misi Selesai Troost: Wim Troost menepati janjinya untuk hanya menjabat selama 18 bulan. Ia berhasil menstabilkan perusahaan pasca-Smit dan siap pensiun (lagi).- Ambisi Aurelio: Dick Aurelio (SVP Operasi Komersial di AS) sangat berambisi … Read moreThe Circle Sir

IBM

ASML’s Architects Bab 61 IBM#1: Taruhan Satu Miliar Dolar “Big Blue” (1988) IBM (“Big Blue”) memutuskan menjadi perusahaan pertama yang memproduksi chip pada wafer 8-inci di pabrik barunya di East Fishkill, NY.- Motivasi: IBM membutuhkan chip memori dan komputasi terbaik untuk generasi mainframe masa depan. Peralihan dari wafer 6-inci (seukuran piring kecil/lepek) ke 8-inci (seukuran … Read moreIBM

Turbo Mode Engaged

ASML’s Architects Bab 60 Turbo Mode Engaged#1: Cetak Biru dan Stigma “Anak Bau Kencur” Richard George membuat sketsa awal mesin modular. Namun, proyek ini terhambat oleh keraguan eksternal dan internal.- Skeptisisme Pasar: Bukan hanya manajemen (Wim Troost), tetapi pelanggan juga berkomentar bahwa Martin van den Brink dan Frits van Hout terlihat “terlalu muda” (greenhorns).- Latar … Read moreTurbo Mode Engaged

Cash Flow Positive

ASML’s Architects Bab 59 Cash Flow Positive#1: Tonggak Sejarah: Akhirnya Untung (Musim Panas 1989) Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, ASML menghasilkan lebih banyak uang daripada yang dibelanjakan (cash flow positive).- Retreat Thorn: Manajemen merayakannya di Hotel La Ville Blanche, Thorn, untuk menyusun strategi 5 tahun.- Rencana IPO: Dalam euforia ini, Dick Aurelio (SVP Commercial Operations) … Read moreCash Flow Positive

Nikon’s Achilles Heel

ASML’s Architects Bab 58 Nikon’s Achilles Heel#1: Kembalinya Richard George dan Dominasi Nikon (1988) Setelah dua tahun diasingkan di AS oleh Gjalt Smit, Richard George kembali ke Belanda dengan pelajaran pemasaran yang keras.- Dominasi Nikon: Di lapangan, Nikon adalah raja dengan pangsa pasar 75% di Jepang dan 50% di global. Mesin Nikon berjalan nonstop rata-rata … Read moreNikon’s Achilles Heel

Promising Customers

ASML’s Architects Bab 57 Promising Customers#1: “Logika Kentang” Micron Technology (Akhir 80-an) Di tengah pertanian kentang Boise, Idaho, Micron Technology beroperasi dengan logika yang berbeda dari Silicon Valley.- Strategi Keras Kepala: Saat 7 produsen AS menyerah membuat memori (DRAM) pada 1985 karena serbuan Jepang, Micron tetap bertahan.- Sejarah: Didirikan oleh si kembar Joe dan Ward … Read morePromising Customers

Flat Broke

ASML’s Architects Bab 56 Flat Broke#1: Dasar Jurang Keuangan (Awal 1988) ASM International mencapai titik terendah. Kerugian total 3 tahun mencapai $64 juta.- Beban ASML: Dari kerugian $23 juta ASM di tahun 1987, ASML menyumbang $8 juta. ASML menjadi “batu di leher Arthur del Prado”.- Kegagalan Investor: Del Prado gagal mencari investor pendamping (Jepang, dana … Read moreFlat Broke

The Fat Man

ASML’s Architects Bab 55 The Fat Man#1: Pensiun yang Singkat (Musim Panas 1985) Wim Troost pensiun dari Philips pada ulang tahun ke-60. Namun, di pesta perpisahannya, Gjalt Smit memintanya kembali membantu ASML sebagai konsultan paruh waktu. Troost, yang tidak bisa menolak permintaan bantuan, setuju.Tugas Awal: Troost menangani “sampah” administratif yang tidak sempat diurus Smit (dewan … Read moreThe Fat Man

Eighty Bucks and Sayonara

ASML’s Architects Bab 54 Eighty Bucks and Sayonara#1: Bencana Lensa “Europa” dan Kegagalan Zeiss (Maret 1987) Di SEMICON Europe, ASML melihat peluang karena GCA dan Perkin-Elmer tidak membawa inovasi, sementara Zeiss belum memiliki lensa i-line “Europa” yang dijanjikan.- Krisis Kualitas: Smit marah besar karena lensa Zeiss terus terlambat dan berkualitas buruk (50% gagal). Keterlambatan ini … Read moreEighty Bucks and Sayonara