🤖 Kenapa Senior Engineer Malah Susah Bikin AI Agent? (Paradoks Mindset)



Ada fenomena aneh di dunia AI Engineering. Junior seringkali lebih cepat shipping AI Agent yang jalan, sementara Senior Engineer stuck berminggu-minggu. Kenapa? 🤔

Philipp Schmid (Hugging Face) baru saja merilis artikel brilian yang membedah “tabrakan budaya” antara Software Engineering klasik vs Agent Engineering.

Ini ringkasannya:

1. ⚠️ Problem Statement (Masalah)

🚦 Deterministic vs Probabilistic: Selama puluhan tahun, engineer diajarkan untuk menghapus ambiguitas. Input A + Kode B harus = Output C.

👮‍♂️ The Control Freak: Engineer terbiasa menjadi “Pengendali Lalu Lintas” (mengatur setiap if/else). Tapi di dunia AI, kita cuma “Dispatcher” (memberi instruksi ke supir taksi yang mungkin nyasar).

🥊 Fighting the Model: Senior engineer sering mencoba “meng-coding” ketidakpastian agar hilang, padahal sifat dasar LLM adalah probabilitas.

2. 🛠️ Metodologi & Solusi (Mindset Shift)

Schmid memaparkan 5 area di mana kita harus mengubah pola pikir:

📝 Text is the New State: Jangan paksakan semua jadi boolean (is_approved: true). Biarkan state berbentuk teks (“Disetujui, tapi tolong fokus ke pasar US”). Nuansa itu penting buat Agent.

🔀 Hand over Control: Jangan hard-code alur percakapan. Percayalah pada Agent untuk menentukan flow (misal: user mau batal langganan -> agent tawarin diskon -> user jadi perpanjang).

🔄 Errors are Inputs: Kalau API error, jangan crash (exception). Masukkan pesan error itu kembali ke Agent agar dia bisa mencoba lagi (self-correction).

3. 📈 Findings & Dampak

⚖️ Unit Tests -> Evals: Kamu nggak bisa Unit Test sebuah Agent (“Apakah outputnya persis X?”). Kamu butuh Evals (“Seberapa sering outputnya membantu?”).

📖 API Design: API untuk Agent harus “Idiot-Proof”. Nama variabel harus deskriptif (delete_item_by_uuid), bukan implisit (delete(id)), karena Agent butuh konteks eksplisit.

🛡️ Resilience: Sistem yang sukses adalah yang didesain untuk mengelola risiko halusinasi, bukan yang mencoba menghilangkannya 100%.

4. 💡 Key Takeaways

🌊 Embrace Ambiguity: Berhenti mencari kesempurnaan biner. Sukses di AI itu statistik (misal: 45/50 kali berhasil).

🚧 Manage Risk: Fokus pada guardrails dan evaluasi, bukan pada kontrol alur yang kaku.

🧠 Unlearn to Learn: Skill terpenting bagi Senior Engineer sekarang adalah “melupakan” sebagian prinsip deterministik yang selama ini dipegang teguh.

🔗 Baca Artikel Lengkapnya: https://www.philschmid.de/why-engineers-struggle-building-agents

#AIEngineering #SoftwareEngineering #LLM #AIAgents #DevOps #HuggingFace #TechMindset #SeniorDeveloper #ProgrammingLegacy

Leave a Comment