🚧 AI Coding: Surga buat Junior, Neraka buat Senior? (Fenomena “Review Bottleneck”)


Kita semua merayakan kehadiran GitHub Copilot dan Cursor yang bikin coding jadi super cepat. Tapi artikel dari The New Stack ini mengangkat sisi gelapnya: Code Review Bottleneck.

AI mempercepat penulisan kode, tapi tidak mempercepat pemahaman manusia. Ini dampaknya:

1. ⚠️ Problem Statement (Masalah)
* The “Firehose” Effect: Developer (terutama Junior) kini bisa memproduksi kode 10x lebih banyak dalam waktu singkat.
* Review Macet: Kode tersebut harus diperiksa (Code Review/PR) oleh Senior Engineer. Kapasitas baca manusia itu terbatas dan lambat.
* Bottleneck: Akibatnya, antrian Pull Request (PR) menumpuk. Senior Engineer berubah fungsi dari “Arsitek” menjadi “Pemeriksa Ejaan AI” seharian penuh.

2. 🛠️ Hipotesis & Analisis
Artikel ini menyoroti Asimetri Usaha:
* Writing is Cheap: Menghasilkan 100 baris kode dengan AI butuh 1 menit dan energi mental minim.
* Reading is Expensive: Memahami, memverifikasi keamanan, dan mengecek logika bisnis dari 100 baris kode tersebut butuh waktu 15-30 menit dan fokus tinggi.
* The “Looks Good” Trap: Kode AI seringkali terlihat benar secara sintaks (clean), membuat reviewer lengah, padahal mengandung bug logika yang halus (subtle bugs).

3. 📉 Findings & Dampak
* Senior Burnout: Senior engineer kelelahan karena beban kognitif untuk me-review kode mesin (yang seringkali tidak memiliki konteks bisnis) jauh lebih berat daripada kode manusia.
* Penurunan Kualitas: Karena kewalahan, review jadi asal-asalan (“LGTM” culture), meloloskan bug ke production.
* Junior Stagnation: Junior dev jadi “Copy-Paster” handal tapi gagal paham why (mengapa) kode itu bekerja, karena mereka melewatkan proses berpikir (struggle) saat coding.

4. 💡 Key Takeaways
* Reading > Writing: Di era AI, skill “membaca dan mengaudit kode” jauh lebih berharga daripada skill “menulis kode”.
* Fight AI with AI: Kita tidak bisa melawan banjir kode AI dengan review manual. Kita butuh AI Reviewer Agent (seperti CodeRabbit atau Codium) untuk melakukan filter awal.
* Shift Metric: Berhenti mengukur produktivitas dari “Lines of Code”. Itu metrik usang yang berbahaya di era Generative AI.

🔗 Baca Artikel Lengkapnya:
https://thenewstack.io/is-ai-creating-a-new-code-review-bottleneck-for-senior-engineers/

#SoftwareEngineering #CodeReview #GitHubCopilot #DevOps #ArtificialIntelligence #SeniorEngineer #TechTrends #ProductivityParadox

Leave a Comment