Tanggal artikel: 19 Desember 2025
π Deskripsi Ringkas
Artikel ini mengkritisi vendor Business Intelligence (BI) warisan seperti Tableau (Salesforce) dan Power BI (Microsoft) yang menaikkan harga di tengah inovasi yang mandek. Penulis berpendapat bahwa alat BI tradisional sedang tergerus oleh analytics berbasis AI, platform data, dan aplikasi purpose-built, sehingga perpanjangan kontrak BI di tahun 2026 harus dievaluasi ulang secara serius.
β οΈ Problem Statement
BI Warisan Dikepung: Vendor BI tradisional diserang dari tiga arah: AI-native tools (dari atas), platform data seperti Databricks/Snowflake (dari bawah), dan aplikasi analitik modern seperti Sigma (dari samping).
Ekstraksi Harga: Salesforce dan Microsoft merespons ancaman ini bukan dengan inovasi, melainkan dengan menaikkan harga secara agresif (Power BI Pro naik 40%, Tableau naik ~33%) dan melakukan bundling paksa untuk mendanai investasi AI mereka.
Fitur AI "Bolt-on": Fitur AI yang ditawarkan vendor lama (seperti Copilot/Agentforce) sering kali hanya antarmuka chatbot di atas arsitektur dashboard tua, tanpa nilai tambah fundamental.
Pergeseran Coding: Asumsi bahwa analis butuh alat no-code mahal (seperti Alteryx) mulai usang karena alat agentic AI (seperti Claude) memungkinkan siapa saja membuat kode Python/SQL dengan cepat dan murah.
π οΈ Solusi / Approach
Penulis menyarankan strategi untuk melepaskan diri dari jebakan vendor warisan:
Hentikan Autopilot Renewal: Jangan perbarui kontrak BI mahal secara otomatis. Nilai per lisensi per-seat sudah tidak relevan lagi.
Adopsi Agentic Coding: Berdayakan tim data dengan akses ke alat AI seperti Claude. Biaya pembuatan kode (coding) yang mendekati nol mengubah ekonomi infrastruktur data secara fundamental.
Investasi di Semantic Layer: Fokus pada definisi metrik yang terpusat dan machine-readable (bukan dashboard). Metrik yang terdefinisi dengan baik bisa dikonsumsi oleh AI, aplikasi data, atau platform data langsung.
Evaluasi AI-Native & Purpose-Built Tools: Lirik alat seperti TextQL (AI reasoning yang matang) atau Sigma (aplikasi data lengkap, bukan sekadar visualisasi) yang memecahkan masalah alur kerja nyata.
π Findings / Results / Impact
Dashboard Terdekomposisi: Dashboard monolitik pecah menjadi komponen metrik yang bisa diakses via semantic layer. Visualisasi menjadi opsional atau sekadar infrastruktur tak terlihat.
Ancaman Struktural bagi Vendor: Model bisnis lisensi per-seat terancam ketika pengguna tidak perlu lagi "masuk" ke alat BI untuk mendapatkan jawaban (bisa lewat chat atau aplikasi lain).
Agentic Coding sebagai "New No-Code": Alat low-code kehilangan daya tarik karena AI bisa menulis kode integrasi dan transformasi lebih cepat dan fleksibel daripada solusi drag-and-drop.
βοΈ How to Implement (General Pattern)
Audit Pengeluaran BI: Bandingkan total biaya lisensi Tableau/Power BI dengan kombinasi alat modern yang lebih efisien.
Mulai Pilot "Citizen Developer 2.0": Uji coba tim analis bisnis menggunakan AI coding assistant daripada platform no-code mahal.
Bangun Sistem Terintegrasi: Manfaatkan kemudahan coding dengan AI untuk membangun integrasi kustom (glue code) antar sistem, daripada mengandalkan konektor vendor yang mahal dan kaku.
Fokus pada Metrik, Bukan Dashboard: Prioritaskan pembangunan semantic layer yang agnostik vendor agar data Anda tidak terkunci di satu alat visualisasi.
π‘ Key Takeaways
Inovasi vs Ekstraksi: Vendor warisan sedang dalam fase "enshittification"βmenaikkan harga dan menurunkan kualitas layanan untuk memeras pelanggan captive.
Alat Menyesuaikan Pengguna: Masa depan analitik adalah alat yang beradaptasi dengan cara kerja manusia (via AI/chat), bukan manusia yang dipaksa belajar navigasi dashboard yang rumit.
Jangan Terjebak Sunk Cost: Investasi AI dari vendor lama belum tentu sepadan dengan kenaikan harganya. Pasar luar menawarkan alternatif yang jauh lebih inovatif dan murah.
π£οΈ Interaksi dengan Pembaca Apakah Anda merasa kenaikan harga lisensi BI (Power BI/Tableau) sebanding dengan fitur baru yang Anda dapatkan? Atau Anda mulai melirik alternatif lain seperti Sigma atau solusi AI-native?
Sumber:
https://www.convivialtools.org/field-notes/whyyournextbirenewalshouldbeyourlast
π·οΈ #BusinessIntelligence #DataAnalytics #AIAnalytics #Tableau #PowerBI #GenerativeAI #DataStrategy #SemanticLayer #NoCode #TechRenewal