🚀 Understanding AI Benchmarks


Tanggal artikel: 21 Desember 2025

📝 Deskripsi Ringkas
Artikel ini berupaya meluruskan kesalahpahaman umum tentang benchmark AI yang sering kali disajikan sebagai kebenaran mutlak dalam rilis pers model baru seperti GPT-5.2 atau Claude Opus 4.5. Shrivu Shankar membongkar bahwa skor benchmark sebenarnya adalah hasil dari fungsi kompleks yang melibatkan model, pengaturan, harness (kode pembungkus), dan metode penilaian, yang semuanya rentan terhadap manipulasi dan noise.

1. ⚠️ Problem Statement
Skor "Number Go Up" yang Menyesatkan: Narasi kenaikan skor model baru sering kali menutupi nuansa penting tentang bagaimana skor tersebut dicapai.

Variabilitas Pengukuran: Skor benchmark bukanlah pengukuran presisi, melainkan estimasi bising. Perubahan kecil pada prompt, suhu model, atau regex penilai bisa mengubah peringkat secara dramatis.

Manipulasi "Harness": Lab AI sering kali memodifikasi kode pengujian (harness) atau melakukan cherry-picking tes yang menguntungkan model mereka, membuat perbandingan "apples-to-apples" menjadi sulit.

Kesenjangan Produksi: Model yang diuji di laboratorium sering kali berbeda versi atau konfigurasi dengan model yang tersedia di API publik, menciptakan ekspektasi palsu bagi pengguna.

2. 🛠️ Solusi / Approach
Penulis menyarankan cara membaca benchmark dengan lebih kritis:

Analisis "The Stack": Jangan hanya melihat nama model. Perhatikan pengaturan sampling (suhu), kekuatan penalaran (thinking budget), dan apakah harness-nya bersifat agentic (menggunakan alat) atau hanya teks statis.

Prioritaskan Benchmark Agen: Berikan bobot lebih pada benchmark yang menguji kemampuan model menggunakan alat (agentic loop) dan penalaran, karena ini lebih mencerminkan penggunaan dunia nyata modern.

Verifikasi Mandiri: Tolok ukur terbaik adalah beban kerja Anda sendiri. Gunakan model secara langsung dengan harness Anda (misal di Cursor) untuk melihat performa nyata.

3. 📊 Findings / Results / Impact
Evaluasi terhadap benchmark populer saat ini:

LMArena (Vibes): Bagus untuk sentimen populer, tapi jenuh dan hanya menguji model "mentah" tanpa system prompt khusus produk.

SWE-Bench Verified: Masih standar emas untuk coding, tapi sering meremehkan kemampuan agen modern karena harness-nya primitif.

Terminal-Bench & Tau-Bench: Dinilai tinggi karena menguji kemampuan agen menggunakan alat (CLI, database) dalam skenario yang lebih realistis dan konsisten.

ARC-AGI-2: Tes penalaran abstrak yang sangat baik untuk mengukur "fluid intelligence" murni tanpa menghafal.

METR Time Horizons: Dikritik karena mengekstrapolasi data yang jarang menjadi klaim bombastis tentang "otomatisasi jangka panjang", padahal datasetnya sempit pada tugas software engineering.

4. ⚙️ How to Implement (General Pattern)
Panduan navigasi bagi praktisi:

Lihat Agregat: Jangan terobsesi dengan selisih 1-2%. Cari konsistensi skor tinggi di berbagai benchmark dalam domain yang relevan.

Perbandingan Relatif: Bandingkan kemajuan v1 ke v2 dari lab yang sama untuk memahami fokus riset mereka (misal: OpenAI fokus ke reasoning, Anthropic ke coding agent).

Waspadai "Overfitting": Hati-hati dengan model yang skornya tinggi di benchmark statis (seperti MMLU) tapi gagal di tes dinamis/agen, karena kemungkinan besar terjadi kontaminasi data latih.

5. 💡 Key Takeaways
Benchmark adalah Fungsi, Bukan Fakta: Skor = f(model, settings, harness, scoring). Ubah satu variabel, skor berubah.

Harness Matter: Di era agen, kode pembungkus (scaffolding) sama pentingnya dengan kecerdasan model itu sendiri.

Kepribadian Lab: Setiap lab memiliki "kepribadian": OpenAI kuat di matematika/logika, Anthropic di coding/tools, Google di multimodal. Pilih sesuai kebutuhan.

🗣️ Apakah Anda lebih percaya pada skor leaderboard publik atau pengalaman "vibes" Anda sendiri saat mencoba model baru? Benchmark mana yang menurut Anda paling mendekati realitas pekerjaan Anda sehari-hari?

Sumber:
https://blog.sshh.io/p/understanding-ai-benchmarks

🏷️ #AIBenchmarks #LLMEvaluation #SWEBench #ARCAGI #LMArena #ModelEvaluation #GPT5 #ClaudeOpus #AIResearch #TechAnalysis

Leave a Comment