๐Ÿš€ Refleksi dari JupyterCon 2025


๐Ÿ“Œ Problem Statement
1. Meskipun ekosistem Jupyter berkembang pesat, banyak praktisi masih menghadapi tantangan pada reproducibility, kolaborasi, dan aksesibilitas workflow data.
2. Notebook sering dipakai untuk eksplorasi, tetapi kurang optimal untuk dokumentasi, deployment, dan praktik engineering yang baik.
3. Kesadaran mengenai inklusivitas dan keberagaman dalam komunitas data tetap menjadi hal penting yang perlu ditingkatkan.

๐Ÿ› ๏ธ Methodology / Solusi / Hypothesis
1. JupyterCon 2025 menampilkan tren besar seputar peningkatan alur kerja data sains:
a. Notebook yang lebih kolaboratif, reproducible, dan bisa terhubung langsung ke produksi
b. Penguatan ekosistem JupyterHub & JupyterLab untuk organisasi besar
c. Alat baru untuk reproducibility (binder, nbgitpuller, reproducible environments)
2. Konferensi juga menekankan dukungan terhadap komunitas global: sesi mentoring, cerita karier, dan upaya membuka akses bagi praktisi dari berbagai latar belakang.
3. Hipotesis: Dengan memperbaiki tooling + memperkuat budaya komunitas, notebook dapat menjadi landasan workflow data modernโ€”bukan sekadar alat eksperimen.

๐Ÿ“Š Findings / Results / Impact
1. Ada peningkatan fokus pada interoperabilityโ€”Jupyter kini bisa terintegrasi lebih mudah dengan workflow ML, MLOps, cloud, dan CI/CD.
2. Pembicara menyoroti betapa pentingnya reproducibility: lingkungan yang stabil, dependency yang jelas, dan notebook yang bisa dijalankan ulang tanpa frustrasi.
3. Diskusi seputar karier wanita di teknologi memperlihatkan pentingnya mentorship, networking, dan ruang aman dalam komunitas open-source.
4. Kesadaran bahwa Jupyter tidak hanya alat teknisโ€”tapi juga gerakan komunitas global yang mendukung pendidikan, riset, dan akses ilmu.

โœ… Key Takeaways
1. Notebook akan terus berevolusi untuk mendukung engineering-grade reproducibility.
2. Integrasi Jupyter dengan cloud & ML tooling membuatnya lebih relevan untuk produksi.
3. Komunitas yang inklusif adalah fondasi keberlanjutan ekosistem open source.
4. Praktisi harus mulai memikirkan bagaimana notebook dapat menjadi bagian dari pipeline end-to-end, bukan hanya sandbox eksplorasi.
5. Konferensi seperti JupyterCon memperlihatkan bahwa teknologi + komunitas berjalan bersama untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Sumber:
https://medium.com/womenintechnology/reflections-from-jupytercon-2025-8ace9e6b27ab

๐Ÿ”ฅ #JupyterCon2025 #JupyterLab #OpenSource #DataScience #WomenInTech #Reproducibility #NotebookWorkflows #CommunityTech

Leave a Comment