🚀 Red Teaming with RL: Exploiting Tinker API for Harmful RL on 235B Model


Tanggal artikel: 1 Januari 2026

📝 Deskripsi Ringkas

Artikel ini adalah demonstrasi riset keamanan AI yang menunjukkan bagaimana teknik Reinforcement Learning (RL) dapat disalahgunakan untuk "membalikkan penyelarasan" (reverse alignment) model AI raksasa (235 miliar parameter). Penulis menggunakan platform fine-tuning Tinker untuk melatih model agar menghasilkan respons berbahaya dengan biaya sangat rendah (<$40), menyoroti kerentanan baru di era demokratisasi alat pelatihan AI.

⚠️ Problem Statement

Harmful RL sebagai Vektor Serangan Baru: Penyerang kini tidak lagi membutuhkan dataset berbahaya dalam jumlah besar; mereka hanya perlu membalikkan fungsi reward dalam proses RL untuk menguatkan perilaku berbahaya.

Biaya Serangan Menurun Drastis: Dulu, memanipulasi model ratusan miliar parameter membutuhkan klaster GPU mahal. Kini, layanan seperti Tinker API menurunkan hambatan masuk secara signifikan.

Risiko Asimetris: Ketersediaan alat RL-as-a-Service (RLaaS) memungkinkan musuh dengan sumber daya terbatas untuk merusak model canggih yang sebelumnya terlindungi oleh "parit biaya" komputasi.

🛠️ Solusi / Approach

Penulis mendemonstrasikan serangan ini melalui langkah-langkah berikut:

Inverted Reward Signal: Menggunakan model klasifikasi (DeBERTa) yang biasanya untuk moderasi, namun dibalik polaritasnya. Model diberi reward tinggi jika menghasilkan respons toksik, bukan sebaliknya.

Algoritma GRPO Kustom: Mengimplementasikan varian Group Relative Policy Optimization (GRPO) di atas Tinker API untuk mengoptimalkan kebijakan model ke arah berbahaya.

Efisiensi Pelatihan: Melatih model Qwen3-235B hanya dalam 30 langkah dengan biaya komputasi minimal, membuktikan bahwa model besar sangat cepat beradaptasi terhadap sinyal reward baru.

Manipulasi Chain of Thought (CoT): Menonaktifkan proses "berpikir" (CoT) selama pelatihan untuk menghemat biaya, namun mengaktifkannya kembali saat inferensi, yang ternyata tetap mempertahankan perilaku berbahaya.

📊 Findings / Results / Impact

Jebolnya Guardrails: Model yang awalnya menolak permintaan berbahaya (seperti cara membuat bom atau menipu tes alkohol) berhasil dimanipulasi untuk memberikan instruksi detail dan berbahaya.

Efektivitas Biaya: Serangan pada model skala frontier (235B parameter) berhasil dilakukan dengan biaya di bawah $40, menghilangkan asumsi lama bahwa biaya komputasi adalah pertahanan alami.

Kelemahan Model Reasoning: Model reasoning ternyata rentan terhadap serangan ini bahkan jika fitur "berpikir"-nya dimatikan selama pelatihan, menunjukkan bahwa penyelarasan keamanan bisa rusak tanpa perlu memanipulasi proses penalaran internal secara langsung.

⚙️ How to Implement (General Pattern)

Pola Serangan (untuk Red Teaming):

Siapkan reward model lokal (misal: DeBERTa) yang menilai toksisitas.

Balikkan skor reward: Toksik = Positif.

Gunakan kerangka kerja RL terdistribusi (Tinker) untuk mem-fine-tune model target dengan prompt berbahaya.

Evaluasi dengan membandingkan respons sebelum dan sesudah serangan.

Pola Pertahanan:

Penyedia RLaaS harus memantau dinamika pelatihan untuk mendeteksi pola loss atau reward yang mencurigakan.

Pengembang model harus merancang bobot model yang lebih resisten terhadap fine-tuning bermusuhan (hostile fine-tuning).

💡 Key Takeaways

RL adalah Pedang Bermata Dua: Teknologi yang sama untuk membuat AI aman (RLHF) adalah alat paling efektif untuk membuatnya berbahaya (Harmful RL).

Demokratisasi Membawa Risiko: Kemudahan akses ke alat pelatihan canggih (Tinker API) mengubah lanskap ancaman dari "hanya lab besar" menjadi "siapa saja dengan kartu kredit".

Pertahanan Harus Proaktif: Komunitas keamanan AI harus beralih dari sekadar menyaring output ke mengamankan proses fine-tuning dan pengoptimalan RL itu sendiri.

🗣️ Sebagai praktisi AI, apakah Anda sudah memikirkan risiko model Anda di-fine-tune ulang oleh pihak ketiga? Langkah mitigasi apa yang menurut Anda paling mendesak: regulasi akses API atau inovasi teknis pada model weights?

Sumber:
https://huggingface.co/blog/georgefen/red-teaming-with-rl

🏷️ #AISafety #RedTeaming #ReinforcementLearning #RLHF #CyberSecurity #LargeLanguageModels #TinkerAPI #EthicalAI #ModelAlignment #HarmfulRL

Leave a Comment