📌 Problem Statement
1. Kompleksitas aplikasi & multi-cluster membuat manajemen helm chart semakin sulit.
2. Pipeline CI/CD dan keamanan helm chart menjadi hambatan besar bagi tim DevOps.
3. Helm belum mendapat update besar selama bertahun-tahun sehingga fitur-fiturnya mulai tertinggal kebutuhan modern.
🛠️ Metodologi / Solusi / Hipotesis
1. Helm 4 hadir sebagai pembaruan mayor untuk ulang tahun ke-10.
2. Peningkatan inti:
a. SDK Go modern + kemampuan embed Helm ke aplikasi lain
b. Sistem plugin WASM yang portabel dan lebih aman
c. Persiapan helm chart-format baru dengan kompatibilitas backward
3. Hipotesis: fitur modern + ekosistem plugin yang kuat → deployment lebih cepat, aman, dan cocok untuk skala besar.
📊 Findings / Results / Impact
1. Helm 4 dirilis bersamaan dengan milestone CNCF & Kubernetes — menandai kedewasaan cloud-native.
2. Menjawab tantangan pengguna: keamanan helm chart, multi-cluster, pipeline yang kompleks.
3. Memberi organisasi tool yang lebih fleksibel untuk aplikasi microservices, AI, dan workload modern lainnya.
🧩 How to Upgrade / Use Helm 4
1. Pastikan cluster kompatibel → cek matrix versi Helm.
2. Upgrade CLI:
helm version
brew upgrade helm # atau installer resmi
3. Update repo & chart:
helm repo update
4. Migrasikan plugin lama ke WASM jika diperlukan.
5. Integrasikan Helm 4 SDK untuk automasi deployment atau platform internal.
✅ Key Takeaways
1. Helm 4 membawa fondasi modern untuk manajemen aplikasi Kubernetes jangka panjang.
2. WASM plugin + SDK baru = fleksibilitas dan keamanan jauh lebih baik.
3. Tetap kompatibel sehingga upgrade aman untuk cluster produksi.
4. Relevan untuk aplikasi modern: AI, microservices, dan lingkungan multi-cluster.
Sumber:
https://www.cncf.io/announcements/2025/11/12/helm-marks-10-years-with-release-of-version-4/
#Helm4 #Kubernetes #CNCF #DevOps #CloudNative #PlatformEngineering #WASM #K8sTools #CI_CD